Penaklukan Kota Konstantinopel di masa Kekhalifahan Turki Utsmani Produsen Celengan Di Bali merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam perkembangan Islam.

produsen celengan di bali , produsen celengan ka bah unik , produsen celengan ka bah di nganjuk , harga produsen celengan ka bah di madura, produsen celengan ka bah di malang, produsen celengan ka bah bangil, produsen celengan ka bah pacet, produsen celengan ka bah krian, produsen celengan ka bah pandaan, produsen celengan ka bah lawang

Peristiwa ini terjadi pada masa sultan ke-7 Kesultanan Turki Utsmani, Produsen Celengan Di Bali yakni Muhammad al-Fatih atau yang dikenal sebagai Sultan Mehmet II.

Di bawah kepemimpinan Sultan Mehmet II atau al-Fatih (sang penakluk), Turki Utsmani menikmati era kejayaan. Di masanya, pemerintahan Islam berhasil menguasai Konstantinopel, kota paling masyhur di dunia kala itu.

Mehmet II dilahirkan pada 30 Maret 1432 di Edirne. Ia adalah anak keempat Sultan Murad II. Mehmet II diangkat menjadi penguasa menyusul wafatnya sang ayah. Ketika itu, usianya baru menginjak 22 tahun. Ia memimpin Turki Utsmani pada dua periode, yakni masa kekuasaan pertama (Agustus 1444- September 1446) dan masa kekuasaan kedua (Februari 1451-Mei 1481). Pada masa kekuasaan kedua inilah Mehmet II menaklukkan Konstantinopel.

Konstantinopel awalnya dikenal sebagai Byzantium, ibu kota Kekaisaran Romawi. Namun, 1.000 tahun setelah Konstantin Agung menjadikannya ibu kota Kekaisaran Romawi pada 330 M, Byzantium menyandang nama baru, Konstantinopel. Pada tahun 1453, bangsa Turki di bawah kepemimpinan Sultan Mehmet II menguasai Konstantinopel dan menjadikannya ibu kota Kesultanan Utsmani dengan nama baru, Istanbul.

Konstantinopel dipandang sebagai salah satu kota paling penting di dunia. Bahkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, beliau pernah menyatakan kepada para sahabatnya bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan kaum Muslimin.

Sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW ketika menggali parit pada Perang Khandaq mengatakan, “Sesungguhnya Kota Konstantinopel pasti akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.”

Atas dasar hadis itulah, pasukan kaum Muslimin berupaya memperluas kekuasaannya ke Konstantinopel sejak masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan. Dalam buku berjudul Berfikir Gaya Al-Fateh karya Muhammad Syaari Abdul Rahman disebutkan, khalifah Muawiyah pernah mencoba mengerahkan pasukan untuk menaklukkan kota itu pada 669 M. Namun, upayanya gagal.

Tidak mudah

Upaya penaklukan Konstantinopel ini tidak mudah. Sebab, setelah dua pekan serangan dilancarkan, kota itu masih mampu bertahan. Salah satu faktor kegagalan itu karena keterbatasan serangan yang dilancarkan dari darat.

Oleh karena itu, pada 21 April hingga 22 April, Mehmet II mengerahkan kapal perangnya agar diseret melalui Bukit Galata menuju wilayah Tanduk Emas. Serangan pun dilakukan dari laut agar lebih efektif. Dengan bantuan kayu bulat yang dihaluskan menggunakan lemak sapi, satu landasan diwujudkan guna memudahkan kapal itu diseret menaiki bukit.

Strategi ini rupanya mampu memecahkan pertahanan musuh. Namun, penaklukkan belum sepenuhnya berhasil. Strategi demi strategi dilakukan. Sultan Mehmet II kemudian memutuskan untuk melancarkan serangan utama dan memerintahkan pasukannya beristirahat dan berpuasa sebelum serangan dilakukan.

Pada 1924, Kesultanan Utsmani akhirnya dibubarkan dan menjadi Republik Turki. Tampillah Mustafa Kemal sebagai pemimpin Turki dan digelari Attaturk (Bapak Turki). Di masa Turki modern itu, ibu kota kemudian pindah ke Ankara.

>KLIK to WA

#produsencelengandibali #produsencelengankabahunik #produsencelengankabahdimalang #produsencelengankabahdinganjuk #produsencelengankabahbangil #hargaprodusencelengankabahdimadura #produsencelengankabahkrian #produsencelengankabahpandaan #produsencelengankabahpacet #produsencelengankabahlawang

Produsen Celengan Di Bali: Jual Celengan Kabah


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!