Jual Celengan Unik Murah 0822 8864 1119

Bulan Ramadhan sering disebut Bulan al-Quran. Sebabnya, Jual Celengan Unik Murah pada bulan Ramadhan lah al-Quran diturunkan. Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (TQS al-Baqarah [2]: 185).

jual celengan unik murah, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat, jual celengan besar, jual celengan kaleng, jual celengan kaleng buka tutup, jual celengan kaleng polos jakarta, jual celengan kaleng surabaya

Imam ath-Thabari di dalam Jâmi’ al-Bayân fi Ta’wîl al-Qur’ân (Tafsîr ath-Thabari) menjelaskan: “Hudâ li an-nâs” bermakna Jual Celengan Unik Murah petunjuk untuk manusia ke jalan yang benar dan manhaj yang lurus. “Wa bayyinâti” bermakna yang menjelaskan “petunjuk” berupa penjelasan yang menunjukkan hudud Allah, kefardhuan-kefardhuan-Nya serta halal dan haram-Nya. Adapun frasa “wa al-furqân” bermakna pemisah antara kebenaran dan kebatilan.

Fitnah Terhadap al-Quran

Sejak pertama al-Quran diturunkan, yakni sejak awal mula dakwah Rasulullah saw., berbagai fitnah dan makar telah ditimpakan pada al-Quran. Beragam fitnah terhadap al-Quran juga terjadi saat ini. Bentuk dan pelakunya beragam. Di antaranya, menciptakan keraguan terhadap al-Quran sebagai Kalamullah. Terhadap fitnah ini, al-Quran dalam sejumlah ayat menantang umat manusia untuk membuat yang serupa dengan al-Quran. Tantangan ini berlaku sejak al-Quran diturunkan hingga Hari Kiamat (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 23). Namun demikian, bangsa Arab, apalagi non-Arab, tidak ada yang sanggup menjawab tantangan Allah SWT ini. Bahkan sekadar memalsukan atau mengubah sebagian isinya—baik menambah atau mengurangi isinya—tidak ada yang mampu. Sebabnya, Allah SWT menjaga al-Quran (QS al-Hijr [15]: 9).

Fitnah lainnya pun dilakukan agar umat Islam mengabaikan al-Quran, menjauh dari al-Quran atau bahkan alergi terhadap al-Quran. Dulu orang-orang kafir membuat kegaduhan tatkala al-Quran dibacakan supaya al-Quran tidak diperhatikan. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

Orang-orang kafir berkata, “Janganlah kalian mendengarkan al-Quran dan buatlah hiruk-pikuk terhadap al-Quran itu agar kalian menang.” (TQS Fushshilat [41]: 26).

Apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir pada masa Rasul saw. itu atau tindakan-tindakan semacam itu terus terjadi. Sebutan dan stigma negatif dijatuhkan pada al-Quran dan ajarannya, yakni ajaran Islam. Ayat-ayat al-Quran dituduh menginspirasi ekstremisme bahkan terorisme, seperti ayat-ayat tentang jihad dan perang. Al-Quran juga distigma bisa melahirkan radikalisme. Ucapan seorang pejabat pada tahun lalu mungkin termasuk bagian dari fitnah ini. Pejabat itu menilai bahwa cara masuk paham radikalisme di antaranya dengan munculnya orang yang berpenampilan bagus, menguasai bahasa Arab, bahkan penghapal al-Quran. “Cara masuk mereka gampang, pertama dikirim seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafizh (penghapal Al-Quran)…,” ucapnya kala itu.

Bahkan ayat-ayat tentang jihad, perang dan hukum-hukum pun diserukan untuk tidak diajarkan kepada murid-murid sekolah. Jika pun diajarkan, semua itu harus ditafsirkan ulang dengan penafsiran yang moderat dan toleran.

Masih banyak tudingan dan klaim untuk menjauhkan umat dari al-Quran. Semua itu masih ditambah dengan fitnah-fitnah lainnya. Fitnah ini bertujuan untuk menjauhkan manusia dari al-Quran; untuk menyangsikan kelayakan al-Quran sebagai petunjuk, sistem dan aturan hidup yang kompatibel (cocok) dengan semua zaman dan tempat. Al-Quran difitnah bahwa hukum-hukum yang terkandung di dalamnya hanya berisi muatan lokal, bersifat temporal dan kondisional; atau dipengaruhi oleh konteks waktu, tempat dan kondisi sosial zaman Rasul saw. Contohnya adalah hukum-hukum tentang pembagian waris, poligami, jihad, potong tangan, qishash, jilbab, riba, pemerintahan, politik dalam negeri dan luar negeri, dll.

Fitnah lain, ayat-ayat al-Quran harus ditafsirkan secara kontekstual dengan selalu dikaitkan dengan (dibatasi) konteks kala itu. Karena itu muncullah tafsir kontekstual atau tafsir hermeneutika atas al-Quran. Al-Quran pun ditafsirkan menggunakan kaidah-kaidah demokrasi, kapitalisme, hak asasi manusia, gender, emansipasi, toleransi yang salah-kaprah, moderasi (wasathiyah) ala Barat dan berbagai ide, nilai dan norma Barat. Model penafsiran ala Barat ini berusaha menggeser model penafsiran yang dipegangi dan dijelaskan oleh para ulama sejak dulu.

Berikutnya, karena nas itu terkait dengan konteks, maka diopinikan bahwa yang penting dari al-Quran adalah esensi atau substansinya. Itulah yang harus diambil dan diamalkan. Jadi, tidak perlu ada formalisasi dan pelembagaan hukum-hukum al-Quran karena yang penting adalah mewujudkan substansi dan esensinya. Klaim-klaim seperti itu bertebaran dan berseliweran di tengah umat.

Petunjuk dan Solusi Kehidupan

Al-Quran secara bahasa memang artinya bacaan. Membaca al-Quran akan mendatangkan pahala (Lihat: QS al-Fathir [35]: 29). Bahkan Rasul saw. menyatakan bahwa siapa saja yang membaca satu huruf dari al-Quran akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan yang semisalnya (HR at-Tirmidzi).

Karena itulah para Sahabat dan generasi salafush-shalih senantiasa bersemangat membaca al-Quran. Para Sahabat, misalnya, ada yang sebulan sekali khatam al-Quran, ada yang seminggu sekali, ada yang tiga hari sekali, bahkan ada yang sehari sekali khatam. Demikian pula para ulama terdahulu. Apalagi pada Bulan Ramadhan. Imam Malik, misalnya, selama Ramadhan meninggalkan majelis hadisnya untuk sementara, lalu fokus membaca al-Quran. Imam Syafii, di luar Ramadhan biasa mengkhatamkan membaca al-Quran sekali setiap hari. Namun, selama Ramadhan beliau mengkhatamkan al-Quran dua kali sehari (60 kali khatam al-Quran selama Ramadhan). Seorang ulama lain, Amr bin Qais, bahkan sejak masuk Sya’ban dan selama Ramadhan meninggalkan kegiatan bisnisnya untuk sementara, lalu menyibukkan diri dengan membaca al-Quran (Ibnu Rajab al-Hanbali, Latha’if al-Ma’arif, hlm. 138).

>KLIK to WA

#jualcelenganunikmurah #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta #jualcelengankalengterdekat #jualcelengankabah #jualcelengankalengdimedan #jualcelengankalengdimalang #jualcelenganatmmurahmeriah

Jual Celengan Unik Murah

Jual Celengan Tanah Murah 0822 8864 1119

Terkait masalah ibadah, di istana negera misalnya, shalat Tarawih dihadiri langsung oleh Sultan. Jual Celengan Tanah Murah Pada malam Lailatul Qadar (sepuluh hari terakhir Ramadhan), Sultan dan para menteri dan tokoh-tokoh negara melaksanakan shalat berjamaad di masjid Aya Shofia. Di samping itu menyuruh masyarakat menyalakan lampu warna-warni dengan ukuran yang besar dan luas di jalan-jalan dan lapangan Tubakhana, Istanbul.

jual celengan tanah murah, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat, jual celengan besar, jual celengan kaleng, jual celengan kaleng buka tutup, jual celengan kaleng polos jakarta

Pada abad kedelapan belas (1172 H) Sultan Mushtafa III (1170-1188 H/1757-1774 M) Jual Celengan Tanah Murah membuat inovasi. Ia mendirikan Madrasah Qur`an di Turki Utsmani untuk digelar pengajian tafsir al-Qur`an sepanjangan bulan Ramadhan yang dihadiri Sultan langsung. Sultan menyimak dengan baik tafsir ayat-ayat al-Qur`an dari ulama pada masanya, khususnya Tafsir baidhawi yang diutamakan ulama bermadzhaf Hanafi. Tradisi ini terus berlangsung hingga runtuhnya khilafah.

Ziarah Burdah Nabi

Pada hari keduabelas atau ketigabelas Ramadhan, Sultan dengan para menterinya memiliki kebiasaan unik yaitu mengunjungi Burdah Nabi. Ruang khusus yang terletak di bagian gedung Amanah Muqaddasah yang menyimpan barang-barang kehormatan Nabi Muhammad SAW. Ruang itu bernama al-Burdah al-Syarifah. Di dialamnya berisi burdah, bendera, helai jenggot yang dibasuh dengan air mawar yang disertai sosok Sultan. Sebelum kunjungan, ruangan dipersiapkan dengan baik.

Para Pejabat dan Pemuka Daulah

Para pejabat di bulan Ramadhan berlomba-lomba mempersembahkan yang terbaik yang dimiliki untuk masyarakat. Pintu-pintu rumah dan istana mereka terbuka untuk jamuan berbuka bagi masyarakat umum. Setelah berbuka pun disediakan hadiah yang dikenal dengan Ajrul Asnan. Disebabkan karena kesediaan tamu undangan untuk membuat pengundang mendapatkan pahala.

Sisi menarik lain dari para pejabat negara ialah kebiasaan memberikan hadiah menarik dan mahal dari kocek mereka sendiri kepada para pelayan dan karyawan. Pelancong masyhur Turki Aulaya Jali menyebutkan bahwa Perdana Menteri Malik Ahmad Basya misalnya pada zaman Sultan Muhammad Rabi’ (1648-1687 M/1058-1098 H) memberikan sesuatu yang sangat mahal dan berharga dari kantongnya sendiri kepada para pelayan dan pekerjanya pada bulan Ramadhan, seperti: baju baru, paket makanan, senjata, baju besi, kotak yang dihiasi permata, pedang, dan lain-lain sebagai imbalan atas doa mereka terhadap para pejabat.

Menteri ini pada hari Senin hingga Jum’at setiap sore -sepanjang bulan Ramadhan- membuka pintu rumahnya untuk masyarakat umum yang di dalamnya disediakan makanan, jus buah, kue manisan dan lain-lain saat mereka duduk mendengarkan tilawah Qur`an.

Di antara undangan berbuka yang penting adalah undangan Perdana Menteri di kediamannya. Acara ini dilakukan pada hari keempat Ramadhan agar para pejabat bisa berbukan dengan keluarganya di awal puasa. Para ulama adalah orang yang paling pertama diundang dalam acara buka bersama ini. Acara ini berakhir pada hari keduapuluh empat Ramadhan. Tradisi ini terus berlangsung hingga masa Sultan Abdul Hamid II.

Tradisi Masyarakat Pada Umumnya

Pada umumnya, seminggu sebelum Ramadhan masyarakat Turki Utsmani terbiasa membersihkan rumah, menyiapkan makanan dan roti khusus di bulan Ramadhan. Ketika Ramadhan tiba, disediakan tampat-tempat berbuka, ruang dihiasi dengan berbagai makanan dan minuman untuk orang berbuka baik fakir, musafir, dan juga berbagi hadiah.

Di pagi hari bulan Ramadhan hingga berbuka cafe-cafe dan toko-toko ditutup. Kedai-kedai baru dibuka sejak berbuka hingga azan Shubuh. Orang yang butuh jus buah misalnya, tinggal pergi ke tempat yang khusus menyediakannya di pinggir jalan raya.

Tradisi lain yang tak kalah menarik pada masyarakat adalah tradisi Mahya di mana masjid-masjid dan menara azan dihiasi dengan lampu-lampu minyak yang menggambarkan nuansa bulan Ramadhan.

Dalam hal ibadah, pada bulan Ramadhan begitu semarak. Di sepanjang negeri, ulama dan fuqaha membaca Qur`an. Di masjid-masjid sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri. Masjid-masjid penuh untuk shalat dan mendengan pengajian agama.

Sebelum waktu sahur usai, masyarakat mendengar shalawat-shalawat disenandungkan di menara masjid, sebagai mukadimah sebelum azan subuh dan sebagai pengingat akhir sahur sehingga mereka bisa siap-siap berniat puasa dan kemudian menunaikan shalat Shubuh.

>KLIK to WA

#jualcelengantanahmurah #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta #jualcelengankalengterdekat #jualcelengankabah #jualcelengankalengdimedan #jualcelengankalengdimalang

Jual Celengan Tanah Murah

Jual Celengan Malang Murah 0822 8864 1119

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan yang berlimpah dengan kebaikan. Jual Celengan Malang Murah Di dalamnya kita dianjurkan berlomba-lomba untuk melakukan amal kebajikan karena pahalanya dilipat gandakan. 

jual celengan malang murah, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat, jual celengan besar, jual celengan kaleng, jual celengan kaleng buka tutup.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan yang berlimpah dengan kebaikan. Jual Celengan Malang Murah Di dalamnya kita dianjurkan berlomba-lomba untuk melakukan amal kebajikan karena pahalanya dilipat gandakan. 

Buka,  sahur,  taddarus , tarawih adalah rutinitas di bulan Ramadhan. Betapa kasih dan sayangnya Allah pada manusia.  Hingga rutinitas seperti buka dan sahur yang sebenarnya untuk keperluan manusia sendiripun Allah menyediakan pahala di dalamnya.

Ada satu kegiatan rutin yang selalu dilakukan sekolah dari tahun ke tahun di bulan Ramadhan.  Pondok Ramadhan. Ya,  kegiatan yang sempat terhenti di tahun 2020 karena pandemi,  tahun ini dilaksanakan kembali diintegrasikan dalam uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa ini dilaksanakan selama lima hari.  Diawali tanggal 19 sampai dengan 23 April 2021 Pondok Ramadhan dilaksanakan secara bergantian.  Hari Senin kelas 9, Selasa dan Rabu kelas 8, selanjutnya Kamis dan Jum at  kelas 7.

Bagaimana wajah Pondok Ramadhan di era pandemi? Tentunya sangat berbeda dengan sebelumnya.   Jika sebelumnya Pondok Ramadhan juga mencakup kegiatan sholat berjamaah,  buka dan taraweh bersama ,kali ini tidak. Karena  kita masih dalam suasana pandemi maka harus tetap berhati-hati  dan kerumunan harus sedapat mungkin dihindari.

Materi yang disajikan dalam Pondok Ramadhan selain materi agama juga  wawasan kebangsaan dan  kesehatan . Di antaranya adalah:

1. Fiqih puasa,  yang berisi ulasan tentang syarat dan rukun puasa,  sunnah puasa juga hal-hal yang membatalkan puasa.

2. Taddarus dan hafalan Qur an yang dipandu oleh pendamping

3. Pandemi Covid, yang berisi ulasan tentang kebiasaan kebiasaan baru yang harus diterapkan di era pandemi juga vaksinasi covid.  Dalam penyajian materi ini sekolah bekerja sama dengan puskesmas terdekat.

4. Pergaulan remaja.  Berisi ulasan pergaulan yang Islami bagi remaja. Seperti diketahui siswa SMP adalah termasuk remaja awal, usia yang labil.  Pada mereka perlu diberikan pengertian tentang norma pergaulan yang baik.

5. Wawasan Cinta Tanah Air.  Berisi ulasan tentang perjuangan membela negara dalam perang kemerdekaan.  Juga perlunya cinta tanah air. Dengan lebih memahami konsep hubbul wathon minal iman diharapkan siswa bisa terhindar dari paham radikal.

Di samping materi -materi tersebut juga terdapat sesi pembinaan wali kelas.  Saat yang sangat ditunggu tunggu karena selama setahun wali kelas hanya bisa bertemu dengan para siswa secara daring.

Lalu bagaimana kegiatan siswa yang tidak beragama Islam selama Pondok Ramadhan?  Mereka tetap melakukan kegiatan ibadah dengan pendampingan bapak/ibu guru agama di kelas.

Penyelenggaraan Pondok Ramadhan di masa pandemi memang lebih ribet. Tapi bukankah untuk mencari ilmu kita harus mau ribet dan tidak takut berlelah-lelah?

Seperti yang diungkapkan oleh Imam Syafii ,” Barang siapa yang tidak tahan dengan lelahnya belajar maka ia harus tahan dengan pedihnya kebodohan.”
“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). 

>KLIK to WA

#jualcelenganmalangmurah #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta #jualcelengankalengterdekat #jualcelengankabah #jualcelengankalengdimedan

Jual Celengan Malang Murah

Jual Celengan Sby Murah 0822 8864 1119

Pada masa Khulafaur Rasyidin, suasana Ramadhan tidak ubahnya dengan suasana Ramadhan di era Nabi SAW. Jual Celengan Sby Murah Namun, wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan jumlah kaum Muslim semakin bertambah banyak. Suasana Ramadhan pun semakin marak dan pengaruhnya semakin menyebar ke seluruh penjuru dunia. Realitas di bawah ini setidaknya bisa menggambarkan suasana Ramadhan di masa Khulafaur Rasyidin.

jual celengan sby murah, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat, jual celengan besar, jual celengan kaleng

Pada masa Khulafaur Rasyidin, suasana Ramadhan Jual Celengan Sby Murah tidak ubahnya dengan suasana Ramadhan di era Nabi saw. Namun, wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan jumlah kaum Muslim semakin bertambah banyak. Suasana Ramadhan pun semakin marak dan pengaruhnya semakin menyebar ke seluruh penjuru dunia. Realitas di bawah ini setidaknya bisa menggambarkan suasana Ramadhan di masa Khulafaur Rasyidin.

  1. Setiap akhir bulan Sya’ban dan Ramadhan, para shahabat memantau hilal untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan sebagaimana perintah Nabi Mohammad saw. [HR. Imam Abu Dawud]
  2. Memulai dan mengakhiri puasa secara serentak pada hari yang sama untuk wilayah-wilayah dekat. Sedangkan untuk wilayah yang jauh dibiarkan mengawali dan mengakhiri puasa sama dengan pusat kota, dikarenakan adanya kesulitan dalam mendistribusikan informasi rukyat. [Kasyf al-Ghammah ‘An Jamii’ al-Ummah, juz 1/250]
  3. Para Khalifah berkhuthbah di hadapan masyarakat pada malam pertama bulan Ramadhan. Jika malam pertama bulan Ramadhan telah masuk, Khalifah Umar bin Khaththab ra segera sholat Maghrib dan berkhuthbah di hadapan masyarakat. [Mushannaf ‘Abdur Razaq, juz 4/264]
  4. Pada masa Umar bin Khaththab, kaum Muslim menyelenggarakan sholat tarwih di masjid secara berjama’ah dipimpin oleh seorang imam. Beliau juga mengirim surat kepada para wali agar mereka menyelenggarakan sholat tarwih secara berjama’ah di masjid. [Imam Nawawiy, al-Majmuu’, juz 3/527]. Adapun pada masa Nabi saw dan Abu Bakar ra, kaum Muslim mengerjakan sholat tarwih secara beragam, ada yang sendirian dan ada pula yang berjama’ah.
  5. Umar bin Khaththab ra menyalakan pelita di masjid sepanjang malam pada bulan Ramadhan. [Imam Suyuthiy, Tarikh al-Khulafaa`, hal. 128]
  6. Para khalifah dan kaum Muslim menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi shaa`imuun. Tidak hanya itu saja, mereka juga memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Umar bin Khaththab ra membangun sebuah rumah untuk tamu, orang yang kehabisan bekal di jalan, serta orang-orang yang membutuhkan. [Majalah al-Khilafah al-Islaamiyyah, hal. 7]
  7. Mengkhatamkan al-Quran. Di bulan Ramadhan, para shahabat dan sebagian tabi’un mengkhatamkan al-Quran, selepas Isya’ hingga 1/4 malam. Dalam sehari mereka bisa mengkhatamkan al-Quran sekali atau dua kali. Utsman bin ‘Affan, Tamim ad Dariy, dan Sa’id bin Jabir mengkhatamkan al-Quran dalam waktu satu hari satu malam. Mujahid mengkhatamkan al-Quran antara waktu Maghrib dan Isya’, setiap malam bulan Ramadhan. Manshur bin Zadan mengkhatamkan al-Quran dari Dzuhur hingga Ashar, dan pada bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan al-Quran antara Maghrib dan Isya’ sebanyak dua kali.[Imam Nawawiy, At Tibyan fi Adab Hamlat al-Quran, hal. 47-48]
  8. Berburu lailatul qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sejak masa Nabi saw hingga sekarang, tradisi berburu lailatul qadar dengan cara i’tikaf di dalam masjid, dan memperbanyak ibadah dan taqarrub kepada Allah terus berlangsung dan terjaga. [Al-Mudawwanah al-Kubra, juz 1/237]
  9. Mengeluarkan zakat fithrah dan menghidupkan malam Iedul Fithriy. Pada masa Nabi saw dan Khulafur Rasyidin, kaum Muslim mengeluarkan zakat fithrah pada pagi hari sebelum dilaksanakannya sholat Iedul Fithriy.
  10. Melaksanakan sholat Iedul Fithriy di tempat tertentu. Pada masa Nabi saw dan khulafur rasyidin, sholat Iedul Fithriy dilaksanakan di lapangan terbuka di depan pintu masuk kota Madinah sebelah timur. Mereka tidak menyelenggarakan sholat Iedul Fithriy di dalam masjid. Namun, pada masa Umar bin Khaththab ra, kaum Muslim sholat Iedul Fithriy di dalam masjid di karenakan hujan. [Sunan Baihaqiy, juz 3/310]
  11. Kaum Muslim bersuka ria dan mengisi Iedul Fithriy dengan aneka ragam permainan dan nyanyian yang mubah. [Ibnu Hazm, Al-Muhalla, juz 5/81]
    Inilah realitas Ramadhan di masa Nabi saw dan Khulafaur Rasyidin. Dalam beberapa aspek, suasana Ramadhan di era Nabi dan Khulafaur Rasyidin masih bisa dijumpai dan dijaga hingga sekarang.
    Namun, ada perbedaan penting Ramadhan sekarang dengan Ramadhan sebelum keruntuhan Khilafah Islamiyyah tahun 1924 Masehi. Sebelum tahun 1924 Masehi, kaum Muslim menjalankan ibadah puasa di bawah naungan Khilafah Islamiyyah dan kepemimpinan para khalifah yang memiliki komitmen kuat untuk menjaga Islam dan kaum Muslim. Adapun sekarang, kaum Muslim harus melalui bulan Ramadhan di bawah naungan pemerintahan kufur dan pemimpin-pemimpin jahat yang mengatur urusan mereka dengan hukum-hukum kufur. Bahkan pemimpin-pemimpin itu rela menyerahkan harta dan nyawa kaum Muslim kepada musuh Islam dan kaum Muslim.
    Semoga Ramadhan kali ini mampu mengubah yang buruk menjadi baik, dan mengubah yang baik menjadi lebih baik atas ijin Allah swt.

Realitas bulan suci Ramadhan di masa Nabi saw dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Bulan Ramadhan tahun ke 2 Hijriyyah, Nabi saw dan para shahabat untuk pertama kali melaksanakan kewajiban puasa fardlu di bulan suci Ramadhan. Pada tahun yang sama, Nabi saw dan kaum Muslim menunaikan zakat fithrah dan mengerjakan sholat Iedul Fithriy untuk yang pertama kali.

2. Suasana Ramadhan di masa Nabi saw dipenuhi suasana ibadah, perjuangan, dan taqarrub kepada Allah swt. Nabi saw mendorong kaum Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mengisi bulan itu dengan memperbanyak amal kebajikan. Pasalnya, syahr ash-shiyaam adalah bulan dimana Allah swt melipatgandakan pahala ibadah dan amal kebajikan kaum Muslim.

3. Tidak hanya memperbanyak mengerjakan ibadah-ibadah mahdlah saja, seperti sholat tarawih, membaca Al Quran, sedekah, dzikir, dan lain-lain, namun, bulan suci Ramadhan di masa Nabi saw juga diisi dengan aktivitas jihad untuk memerangi orang-orang kafir. Tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriyah, Nabi saw dan para shahabat berperang melawan pasukan Quraisy di Badar (Perang Badar al-Kubra). Peperangan ini berhasil dimenangkan secara gemilang oleh kaum Muslim. Pada tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriyah, beliau saw dan para shahabat menaklukkan kota Mekah.

Tradisi Ramadhan di masa Rasulullah saw terus dipelihara dan dilanjutkan hingga generas-generasi berikutnya.

>KLIK to WA

#jualcelengansbymurah #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta #jualcelengankalengterdekat #jualcelengankabah

Jual Celengan Sby Murah

Jual Grosir Celengan 0822 8864 1119

Sejak turunnya perintah Jual Grosir Celengan berpuasa pada Ramadhan pada tahun ke 2 setelah Rasulullah dan pengikut nya hijrah dari Mekah ke Madinah, suasana Ramadhan adalah suasana yang ditunggu dengan kegembiraan oleh umat Islam di Madinah dan sekitarnya.

jual grosir celengan, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat, jual celengan besar

Setelah Rasulullah wafat, kepemimpinan Islam dilanjutkan Jual Grosir Celengan oleh khulafaurrasyidin dari tahun 11 -40 H atau 632 – 661 M. Selama 29 tahun itu Islam dipimpin oleh 4 orang khalifah bergantian yaknu Abu Bakar Assidiiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Di masa Khulafaurrasyidin, penganut Islam sudah meluas dan hampir seluruh jazirah Arab atau Saudi Arabia sekarang. Walaupun masih sangat kental dengan suasana ketika hayatnya Rasulullah, kesemarakkan Ramadhan makin tampak.

Mengikuti kebiasaan Nabi SAW sebagai mana hadist riwayat Abu Daud, setiap akhir bulan Syawal Khalifah dan para sahabat memantau hilal, melihat tanda-tanda Ramadhan. Hari permulaan puasa terutama di kota Madinah serentak, tapi wilayah pedalaman dibiarkan sehari lebih dulu, tapi mengakhiri serentak, ini disebabkan distribusi informasi yang belum lancar.

Malam pertama Ramadhan khalifah selalu hadir di tengah tengah umat. Khalifah Umar membiasakan berkhutbah menyambut Ramadhan dan menyampaikan pesan pesan Rasulullah tentang persiapan lahir batin dan keutamaan Ramadhan.

Dalam buku Imam Nawawi yang berjudul Al majmuu’ dikatakan di akhir masa Khalifah Umar bin Khattab, umat Islam mulai membudayakan salat Tarawih berjamaah di Masjid Annabawi atau masjid Nabi, sebanyak 23 rakaat dengan ayat 1 juz setiap malam. Sedangkan pada masa Abu Bakar, ada yang berjamaah secara terpisah-pisah dan ada yang sendiri baik di masjid maupun di rumah rumah.

Semarak Ramadhan makin terasa ketika Khalifah Umar memerintahkan agar lampu di masjid dihidupkan sepanjang malam pada bulan Ramadhan.

Khalifah kedua ini juga membangunkan asrama penginapan untuk tamu dari luar Madinah dan menyediakan jamuan berbuka untuk mereka. Umar juga menyediakan makan berbuka dan sahur untuk umat, beliau banyak bersedekah dan diikuti oleh sahabat dan umat Islam lainnya.

Para Khalifah dan sahabat sahabat pada masa Khulafaurrasyidin tak putus- putusnya membaca Alquran sehingga mereka seperti Ustman bin Affan, Tamim Ad Dariy dan Sa at bin Jabir tercatat dalam sejarah, bisa khatam Alquran dalam satu dalam satu malam, demikian dikisahkan oleh Imam Nawawi.

Setelah pertengahan Ramadhan kaum muslimin Madinah boleh dikatakan begadang tiap malam mengamalkan wirid zikir, baca Alquran dan salat malam untuk memperoleh malam qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan itu.

Sebelum Ramadhan berakhir Khalifah, sahabat dan umat Islam menyelesaikan pembayaran zakat fitrah dan zakat harta mereka sehingga Idil Fitri dirayakan dengan meriah dan semarak.

Khalifah telah membiasakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka, yang terletak di bahagian Timur Kota Madinah. Semua penduduk Madinah menuju lapangan sambil bertakbir tanda kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Kegembiraan Idil Fitri di zaman Rasulullah dilengkapi dengan bunyi-bunyian dan nyayian selawat serta kesenian yang tidak dilarang waktu itu.

Kesemarakkan Ramadhan dan Idil Fitri di zaman Rasulullah dan zaman Khulafaurrasyidin dirasakan oleh umat Islam. Kehidupan kaum muslimin Madinah di zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin yang sudah adil dan makmur lengkap dengan kesemarakkan Ramadhan. Kebahagiaan kaum muslimin Madinah inilah yang disebut oleh Sosiolog Amerika Robert Bellah sebagai Civil Society yang diterjemahkan dalam terminologi sosiologi politik Indonesia dengan istilah Masyarakat Madani

>KLIK to WA

#jualgrosircelengan #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta #jualcelengankalengterdekat

Jual Grosir Celengan

Jual Celengan Grosir 0822 8864 1119

Anda pernah naik delman ? Di beberapa kota di Jawa, mode transportasi ini disebut dokar. Jual Celengan Grosir sebuah kendaraan yang dijalankan oleh seekor kuda untuk mengangkut beberapa orang. Namun moda ini mulai langka digunakan seiring dengan modernitas transport.

jual celengan grosir, jual grosir celengan kaleng, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm, jual celengan terdekat.

Yang menarik dari sebuah delman Jual Celengan Grosir adalah sang pengemudi delman mengendalikan sang kuda dengan seutas tali dan sebuah pecut seagai pemicu bagi sang kuda. Jika dia menginginkan kuda berlari kencang, maka dia akan memecut kuda berkali-kali sehingga dia berlari kencang. Namun jika sang pengemudi ingin berhenti maka dia akan menarik tali yang menghubungkannya dengan sang kuda. Kuda akan menghentikan larinya.

Sebagai manusia kita tak perlu tali dan pecut untuk membuat kita berlari atau berhenti. Kita punya pengetahuan untuk memikirkan kapan kita berlari atau harus berhenti, entah itu dalam kehidupan termasuk menjalankan keyakinan kita.

Agama punya beberapa kewajian yang harus kita jalani, seperti puasa dan salat pada agama Islam, melakukan beberapa upacara sesuai dengan perkembangan manusia pada agama Hindu, dan beberapa kewajiban lain di agama seperti Kristen (baik Katolik maupun Protestan), Budha, Kong Hu Chu, Shinto dan berapa agama lain. Kewajiban-kewajiban itu bukan sebagai pecut atau tali seperti di delman, tapi sebuah aturan yang tertulis di agama yang dianut dan dijalankan berdasarkan keyakinan dan pengetahuan kita sebagai manusia.

Puasa adalah bentuk nyata dari perwujudan keyakinan dan pengetahuan kita soal agama. Puasa atau disebut juga al-shiyam adalah kata lain dari menahan diri; yanga dalah sebuah ibadah yang wajib bagi kaum muslim. Puasa itu menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami isteri yang dilakukan sejak terbitnya fajar, sampai matahari terbenam

Setiap orang yang menjalankan puasa mendasarkan diri pada yang tertulis dalam wahyu yang diturunkan Allah. Dalam prespektif Islam seperti yang diteladani oleh Nabi Muhammad SAW puasa adalah bentuk menahan diri yang mungkin tak mudah dan sering tidak saja soal tidak makan dan tidak minum, namun juga harus bisa menahan amarah, keputusan yang diwarnai oleh nafsu menguasai orang lain atau kekuasaan yang lebih besar. Pengendalian diri yang merupakan tali pada delman itu harus kita kuasai sendiri.

Bila pengendalian diri itu bisa kita lakukan dengan baik daklam arti kita bisa mengendalikan tubuh dan keinginan kita dari amarah, nafsu dan lainnya, maka proses puasa itu akan mengantarkan kita pada pribadi yang penuh takwa dan akan bermanfaat bagi dirinya senditi maupuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan pengendalian diri kita akan bisa mewujudkan citra muslim yang baik, bijaksana dan meneladani sang Nabi.

>KLIK to WA

#jualcelengangrosir #jualcelenganatm #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung #jualcelengankalengjakarta

Jual Celengan Grosir

Jual Celengan Gembok 0822 8864 1119

Semua ada kekurangan dan kelebihannya, Dan kita belajar berterima kasih kepada Allah. Jual Celengan Gembok Kekurangan dan kelebihan.

jual celengan gembok, jual celengan murah grosir, jual grosir celengan kaleng, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah, jual celengan atm

Semua ada kekurangan dan kelebihannya, Dan kita belajar berterima kasih kepada Allah. Jual Celengan Gembok Kekurangan dan kelebihan

1.Zaman modern:

Di zaman modern ada hp yang mempermudah komunikasi informasi dan transaksi…. jual beli…transfer. juga ada truck untuk mengangkut barang dan hasil pertanian mengangkut makanan minuman ternak dari jarak jauh… ada mobil dan sepeda motor untuk mempersingkat jarak….. tapi kekurangannya yaitu polusi udara… kita kurang olah raga…kebanyakan naik motor dan mobil ..sibuk main HP dan Komputer dikantor mata rabun…… pabrik yang mencemari lingkungan…. sampah dari HP,mobil dan truk yang sudah tua… 

2. Zaman Kuno…. orang kunonya naik kuda bagi yang kaya atau perjalanan jarak jauh….bagi yang miskin jalan kaki…mereka lebih sehat….karena olah raga…kaki bergerak… gak ada HP dan Komputer mata mereka lebih sehat…. gak ada polusi udara….. gak ada pabrik yang mencemari lingkungan..

3. Kaki lebih berharga daripada motor dan mobil….. karena bisa buat olahraga jalan kaki tubuh lebih sehat….mendekatkan yang dekat…. cuma gak bisa jarak jauh karena pasti capek….. sedang mobil bisa dan kita tak capek….tapi kita kurang olahraga….

Kurang sehat……tapi mendekatkan yang jauh

Mata lebih berharga daripada HP dan Komputer…..tanpa mata atau mata rusak sulit menggunakan komputer atau HP…harus pake Narrator (Program suara untuk orang Buta dalam menjalankan HP atau komputer) atau kacamata.. karena layar HP dan monitor merusak mata….. bikin kecanduan gawai…. membuat rabun…pabrik HP dan Komputer dan Monitor mencemari lingkungan

Tapi kelebihannya  mudah dapet informasi mudah komunikasi mudah jual beli transfer uang dan transaksi juga menyimpan dokumen dan data dan berkas…..

Mata mendekatkan yang dekat… HP mendekatkan yang jauh….

4.Mana yang paling baik…Tiap orang punya pendapat….yang beda

Ada yang ingin jaman kuno..

Ada yang ingin jaman modern..

Anda pingin jaman mana?

Yang penting kita bisa mensyukuri nikmat Allah. meski masing masing ada kurang dan lebihnya. Begitulah dunia tak ada yang sempurna tapi sukuri saja supaya dapet jannah diakhirat itulah tempat kesempurnaan.

>KLIK to WA

#jualcelengangembok #jualcelengankabah #jualcelenganatm #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya #tempatjualcelengankalengdibandung

Jual Celengan Gembok

….

Jual Celengan Di Malang 0822 8864 1119

Sebagai makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Jual Celengan Di Malang tidaklah lain manusia diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu banyak cara kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mulai dari Shalat, Zakat, dan Puasa.

jual celengan di malang, jual celengan gembok, jual celengan murah grosir, jual grosir celengan kaleng, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng, jual celengan kabah

Sebagai makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidaklah lain manusia diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jual Celengan Di Malang Begitu banyak cara kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mulai dari Shalat, Zakat, dan Puasa. Begitu pula saat kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hal ini menjadi bukti penghambaan kita dan bentuk ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lalu harus seperti apa kita berdo’a??? Sungguh tidaklah mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggil nabi Muhammad kecuali Allah telah sempurnakan agama Islam ini untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam. Begitupun perihal berdo’a. Dalam surat Al-Fatihah surat yang paling sering kita bacakan dalam kehidupan sehari-hari, di dalamnya terdapat pelajaran bagaimana kita berdo’a.

Sejatinya dalam surat Al-Fatihah adalah doa. Jika kita pahami ayat-perayat dalam surat Al-Fatihah, bisa kita dapatkan bahwa dalam ayal 1-5 didalamnya berisikan pujian-pujian untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian dalam ayat 6 dan 7 didalamnya berisikan permintaan.

Dengan demikian kita bisa memahami harus bagaimana kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berdo’a lah dengan diawali dengan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh teramat banyak pujian yang dapat kita lantunkan dalam do’a kita, seperti yang dapat kita ketahui dalam asmaul husna. Ke-99 nama Allah tersebut dapat panjatkan sebagai pujian pujian untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bukankah kita sebagai manusiapun saat dimintai pertolongan atau permintaan akan sangat senang apabila sebelum dimintai pertolongan dan permintaan tersebut diawali dengan memuji, InsyaAllah apabila kita yang dimintai pertolongan memiliki kemampuan untuk menolong akan dengan senang hati menolongnya.

Kemudian setelah kita memulai doa kita dengan pujian-punian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, barulah setelahnya kita panjatkan apa yang menjadi hajat kita sebagai manusia.

Wallahu Alam BiBissawab… 

>KLIK to WA

#jualcelengandimalang #jualcelengankaleng #jualcelengankabah #jualcelenganatm #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta #jualcelengankalengsurabaya

Jual Celengan Di Malang

Jual Celengan Custom 0822 8864 1119

Ketentuan Allah dalam setiap manusia adalah perihal jodoh, rezeki dan kematian, Jual Celengan Custom sebelumnya kita sudah mengetahui sedikit tentang apa itu jodoh dan rezeki.

jual celengan custom, jual celengan di malang, jual celengan gembok, jual celengan murah grosir, jual grosir celengan kaleng, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik, jual celengan kaleng

Ketentuan Allah dalam setiap manusia adalah perihal jodoh, rezeki dan kematian, Jual Celengan Custom sebelumnya kita sudah mengetahui sedikit tentang apa itu jodoh dan rezeki.

Sekarang mari kita bahas mengenai kematian yang menjadi akhir dalam perjalanan hidup di dunia.

Seberapa seringkah kita mengingat kematian ?

Apakah diri kita sudah yakin dengan kematian ?

Siapkah kita untuk menghadapi kematian ?

Pertanyaan-pertanyaan ini adalah untuk mengukur seberapa ingatkah kita tentang kematian, karena begitu banyak hal yang kita lakukan di dunia ini sehingga kita lupa bahwasannya semuanya akan berakhir dengan kematian.

Kematian adalah hal yang sama sekali tidak kita ketahui kapan ia akan menjemput dan kita tidak tahu akan seperti apa, dan bagaimana kita saat waktu kematian itu tiba. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Anbiya : 35, yang artinya :

“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan kami akan menguji kamu dengan keburukan serta kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.”

Ingatlah kehidupan kita di dunia ini hanyalah sementara, janganlah kita merasa bahwa kita akan hidup untuk selamanya, segala sesuatu yang kita punya di dunia ini hanyalah titipan Allah semata. Seperti hal nya ke dua orang tua, pasangan, anak, bahkan rezeki, semua itu hanyalah titipan Allah yang tidak akan selamanya kita bersama-sama dan memilikinya. 

Dengan kita mengingat akan kematian, maka niat yang ada dalam hati akan sepenuhnya untuk Allah sehingga hati akan menjadi lapang dan tentram, karena kita punya tujuan yaitu Allah bukan dunia.

Dan janganlah lupa untuk senantiasa berdo’a kepada Allah agar akhir perjalanan hidup kita Khusnul khatimah, dan hanya kalimat Syahadat yang terucap dalam hembusan nafas terakhir kita.

Aamiin Ya Allah Yarabbal’alamin.

>KLIK to WA

#jualcelengancustom #jualcelenganunik #jualcelengankaleng #jualcelengankabah #jualcelenganatm #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup #jualcelengankalengpolosjakarta

Jual Celengan Custom

Jual Cetakan Celengan 0822 8864 1119

Manusia adalah mahluk sosial dimana seseorang bergantung dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari, Jual Cetakan Celengan karena saling ketergantungan ini manusia pasti akan bergantung pada orang lain yang dianggapnya memiliki sesuatu yang dapat membantunya.

jual cetakan celengan, jual celengan kaleng custom, jual celengan di malang, jual celengan gembok, jual celengan murah grosir, jual grosir celengan kaleng, jual celengan surabaya, jual celengan di malang, jual celengan tanah liat, jual celengan unik

Dalam hal lain Manusia sebagai makhluk paling Jual Cetakan Celengan sempurna di antara makhluk-makhluk lain mampu mewujudkan segala keinginan dan kebutuhannya dengan kekuatan akal yang dimilikinya. 

Namun di samping itu manusia juga mempunyai kecenderungan untuk mencari sesuatu yang mampu menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benaknya. Munculnya pemujaan terhadap benda-benda merupakan bukti adanya keingintahuan manusia yang diliputi oleh rasa takut terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya. Kemudian menurut sebagian para ahli rasa ingin tahu dan rasa takut itu menjadi pendorong utama tumbuh suburnya rasa keagamaan dalam diri manusia.

Agama adalah sebuah norma, aturan, dan petunjuk bagi seluruh umat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari — hari. Dan agama yang khususnya agama Islam memiliki sebuah tujuan yang artinya seseorang beragama karna memiliki tujuan akhir dalam perjalanan hidup yaitu menuju akhirat. 

Agama berperan sebagai peta yang menunjukan jalan mana yang harus kita tuju, Dimana dalam melalui sebuah tujuan itu memiliki jalan yang berkelok atau jalan lurus, dalam sebuah perjalanan pasti ada petunjuk jalan atau yang sering kita sebut rambu — rambu lalulintas, dan agama mempunyai kitab suci  yang berperan dalam perjalanan yaitu sebagai petunjuk jalan dan rambu — rambu lalulintas. Dan disebutkan dalam (Q.S Al — Baqarah 2;2) yang artinya :


” Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (Q.S Al — Baqarah 2;2)

Kewajiban dalam agama yaitu beribadah dan menyembah kepada dzat yang maha agung yaitu kepada Allah SWT. Keharusan yang lain yaitu kewajiban menuntut ilmu yang artinya memepelajari ilmu agama agar dalam melaksanakan kehidupan beragama dapat dilakukan dengan maksimal dan tidak setengah — setengah. 

Perbedaan guru sangat berpengaruh dengan ilmu yang diterangkan atau yang difahami karena masing — masing memiliki pendapat atau persepsi atau pandangan dalam memahami suatu ilmu. Yang kemudian terjadi perbedaaan pendapat dalam hal menyampaikannya, tak jarang kita menemukan hal –hal aneh dalam masyarakat sekarang karena ketertutupan meraka dalam mencari ilmu yang kemudian munculnya aliran atau faham yang bermacam — macam. Jika terjadi hal seperti ini marilah kitab kembali pada Al — Quran dan sunnah.

Setelah menutut ilmu dan memahami ilmu yang kita terima maka amalkanlah dalam kehidupan, bahwa agama itu bukan kita mengucapkan agama kita tapi dengan tindakan atau perbuatan. Bilang islam tak melaksanakan perintah dan amalan islam ini yang menjadi pertanyaan, maka yang tepat adalah ketika kamu menyatakan agamamu adalah islam ekspresikanlah dan tunjukanlah bahwa kamu Islam.

>KLIK to WA

#jualcetakancelengan #jualcelengantanahliat #jualcelenganunik #jualcelengankaleng #jualcelengankabah #jualcelenganatm #jualcelenganterdekat #jualcelenganbesar #jualcelengankaleng #jualcelengankalengbukatutup

Jual Cetakan Celengan

error: Content is protected !!