Sejarah Sa’i tidak lepas dari kisah istri Nabi Ibrahim yang juga ibu dari Nabi Ismail, yaitu Siti Hajar. Produsen Celengan Jatim Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah berawal ketika Siti Hajar berusaha mencari air untuk putranya Ismail yang tengah kehausan.

produsen celengan jatim, produsen celengan ka bah sidoarjo, produsen celengan ka bah pasuruan, tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro

Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan istri dan juga anaknya di sebuah gurun yang sangat tandus. Produsen Celengan Jatim Siti Hajar yang merasa bingung dan sedih atas rencana kepergian suaminya pun bertanya “Hendak pergi kemanakah engkau Ibrahim?”.

Mendengar pertanyaan tersebut dari istrinya, Nabi Ibrahim tidak menjawab dan diam saja. Kemudian Siti Hajar menambahkan “Sampai hatikah engkau Ibrahim meniggalkan kami berdua di tempat sunyi dan tandus seperti ini?”.

Ibrahim masih tidak menjawab dan tidak menoleh sama sekali. Kemudian Siti Hajar berkata kembali, “Adakah ini perintah dari Allah SWT?”. Saat itu, Nabi Ibrahim menjawab, “Ya”. Mndengar jawaban tersebut, hati Siti Hajar menjadi lebih tenang. Lalu kemudian Siti Hajar kembali berkata,”Jika memang demikian, pastilah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan nasib kita.”.

Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Siti Hajar dan juga Ismail dengan membekali mereka makanan dan minuman. Akan tetapi bekal yang diberikan Ibrahim tersebut lama-kelamaan habis juga. Siti Hajar kemudian berusaha mencari air untuk anaknya.

Dari tempat ia berada, Siti Hajar melihat sebuah bukit, yaitu Bukit Shafa. Ia kemudian bergegas mencari air menuju puncak Bukit Shafa, akan tetapi nihil. Ia tidak menemukan apapun. Kemudian ia bergegas turun ke arah Bukit Marwah, namun nihil juga. Siti Hajar kembali lagi ke Bukit Shafa, dan kembali lagi ke Bukit Marwah. Demikian seterusnya hingga tujuh kali.

Setelah tujuh kali bergegas dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya, dari Bukit Marwah Siti Hajar mendengar suara gemericik air. Ia kemudian menghampiri arah suara tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan pancaran air yang deras keluar dari dalam tanah di bawah telapak kaki Nabi Ismail.

sumur zam zam

Kini air tersebut kemudian dinamakan dengan air zamzam. Dan hingga saat ini, air zam-zam tidak pernah surut ataupun kekeringan. Orang-orang Arab yang melintasi kawasan tersebut kemudian memutuskan untuk tinggal dan jadilah saat ini menjadi Kota Mekah yang berkembang.

Di tempat tersebut kemudian dilaksanakan badah haji dan umroh oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dan peristiwa Siti Hajar tersebut kemudian dijadikan dasar ibadah sa’i yang saat ini dilakukan ketika ibadah umroh atau haji.

Makna Sa’i

Secara bahasa, Sa’i memiliki arti berjuang atau berusaha. Namun kemudian, makna sa’i dkembangkan menjadi sebuah perjuangan hidup yang dilakukan untuk pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Sa’i dimaknai sebagai perjuangan hidup yang pantang menyerah dan tidak putus asa. Bahwa hidup harus dijalani dengan penuh kesabaran, ketaqwaan, serta ketawakalan kepada Allah SWT.

Demikianlan Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah yang saat ini menjadi salah satu rukun dari ibadah haji dan umroh. Untuk melihat langsung bagaimana Bukit Shafa dan Marwah serta melaksanakan ibadah Sa’i,

Nah apakah anda ingin melaksanakan ibadah Sa’i namun terhalang biaya yang mahal,kami punya solusi terbaik dengan Produk Celengan Miniatur Kabah yang dapat menambah semangat anda dalam menabung sehingga anda bisa segera berkunjung ke Baitullah dan segera menjalankan ibadah Sa’i, lalu tunggu apalagi buruan order Celengan Kabah di nomor dibawah sini:

>KLIK to WA

#produsencelenganjatim #produsencelengankabahlamongan #produsencelengankabahbojonegoro #produsencelengankabahbatu #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo

Produsen Celengan Jatim: Jual Celengan Kabah


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!