Muzdalifah adalah daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina di Arab Saudi Produsen Celengan Terbaik yang merupakan tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah. Muzdalifah terletak di antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir. Luas Muzdalifah adalah sekitar 12,25 km², di sana terdapat rambu-rambu pembatas yang menentukan batas awal dan akhir Muzdalifah.

produsen celengan terbaik, tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar

Jamaah haji setelah melaksanakan wukuf di Arafah Produsen Celengan Terbaik bergerak menuju Muzdalifah saat setelah terbenamnya matahari (waktu Maghrib). Di Muzdalifah jamaah haji melaksanakan salat Maghrib dan Isya secara digabungkan dan disingkat (jamak qashar) dan bermalam di sana hingga waktu fajar. Di Muzdalifah jamaah haji mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah.

Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib dalam haji. Maka siapa saja yang meninggalkannya diharuskan untuk membayar dam. Dianjurkan untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW; bermalam hingga memasuki waktu salat Subuh, kemudian berhenti hingga fajar menguning. Namun bagi orang-orang yang lemah, seperti kaum wanita, orang-orang tua dan yang seperti mereka, boleh meninggalkan Muzdalifah setelah lewat tengah malam.[2] Setelah salat Subuh, jamaah haji berangkat menuju ke Mina.

Menjelang senja pada 9 Dzulhijah, jemaah haji perlahan bergegas meninggalkan Padang Arafah. Mereka akan menuju satu tempat, suatu lembah yang dinamakan Muzdalifah. Di sinilah para jemaah akan singgah sementara waktu.

Secara harfiah, Muzdalifah berarti tempat mendekatkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di sini banyak manusia yang berdoa, berharap dan meminta ampun kepada Allah.

Dalam buku Haji dan Umrah yang ditulis M Quraish Shihab digambarkan, saat melaksanakan haji, Rasulullah SAW menjamak takhir salat Maghrib dan Isya. Dia kemudian melanjutkan salat Isya dan beristirahat hingga waktu Subuh.

Usai melaksanakan salat Subuh, Rasulullah berjalan menuju satu bukit bernama Quzah. Di sana beliau menghadap kiblat dan berdoa sambil mengagungkan Allah SWT.

Singgah atau mabit di Muzdalifah ini mengandung makna yang dalam. Kepergian jemaah haji dari Arafah sebagai refleksi kehidupan dunia singkat. Manusia hanya hidup sesaat.


Kemudian saat jemaah haji berjalan menuruni lembah Arafah menuju Mina dan singgah di Muzdalifah, jemaah akan mencari batu kerikil untuk melontar jumrah. Di Masy’ar al Haram, jemaah dianjutkan berzikir kepada Allah sebagaimana dalam surat Al Baqarah ayat 198.

“Tiada berdosa padamu jika kamu berusaha mencari rezeki dari Tuhanmu. Maka jika kamu bertolak meninggalkan Arafah, maka berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram (Muzdalifah). Dan berzikirlah sebagaimana yang telah diajarkan kepadamu, sedang kamu dahulu sebelum mendapat petunjuk, termasuk tersesat”

Bermalam di Muzdalifah ini hukumnya adalah wajib. Apabila meninggalkannya maka diharuskan membayar denda dan dianjurkan mengikuti jejak Rasulullah SAW yaitu bermalam sampai waktu salat Subuh

Nah jika Anda ingin Berkunjung ke Muzdalifah namun terkendala biaya, kami punya solusinya dengan Celengan Miniatur Kabah yang Insyaallah dapat menambah semangat anda dalam menabung dan dapat segera Mabit di Muzdalifah bersama Keluarga tercinta, Buruan order di nomor dibawah ini:

>KLIK to WA

#produsencelenganterbaik #produsencelengankabahbatu #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura

Produsen Celengan Terbaik: Jual Celengan Kabah


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!