Setelah berhasil keluar dari Mesir dan selamat dari kejaran Firaun dan pasukannya, Tempat Produsen Celengan Nabi Musa AS bersama pengikutnya Bani Israel menuju Gunung Tursina, 2.285 m dpl. Di puncak gunung itu Nabi Musa dijanjikan akan mendapat Taurat, 10 Perintah Tuhan atau ten commandements. Syaratnya, beliau harus berpuasa 30 hari.

tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah

Napak tilas jejak Musa AS itulah tujuan kami pada 11 Februari 2019. Tempat Produsen Celengan Menjelang maghrib, sesudah shalat Dhuhur dan Ashar dijamak di tempat seadanya, di kaki gunung, kami berangkat naik unta.

Bukit Tursina adalah bukit yang namanya disebut berkali-kali dalam kitab ketuhanan: Injil, Taurat, juga Alquran. Bukit ini juga dikenal dengan nama Sinai, Jabal Tur, Jabal Musa, atau Gunung Horeb yang berarti gunungnya Nabi Musa. Letaknya di dekat gereja Saint Catherine di Semenanjung Sinai, Mesir.

Tak ada pelana, tanpa sandaran kaki. Hanya ada kayu, di depan dan belakang tubuh, untuk pegangan. Rombongan unta mulai berjalan di kegelapan malam; diterangi sinar bulan. Suasana sungguh hening, seolah kita hanya mendengar tarikan nafas dan suara pijakan kaki unta.

Lebar jalur pendakian hanya 2 m, kadang menyempit, tidak rata, berpasir dan batu. Kanan tebing, kiri jurang. Ngerinya, unta selalu berjalan di sisi kiri di tengah kegelapan malam. Wajar jika hati mulai was-was.

Setelah istirahat dan berunding, orang-orang sepakat tidak melanjutkan perjalanan ke puncak: karena gelap, sangat dingin dan harus menaiki 750 anak tangga (lebih 2 X anák tangga di Gunung Galunggung).

Terbayang betapa sulit Nabi Musa puasa dan bermunajat 30 hari di lingkungan yang keras. Beliau sendirian saja mengundang berbagai pertanyaan lain di kepala.  Apa saja bekal yang dibawa.? Buka puasanya makan apa.? Air minumnya dari mana.? Mandi apa tidak ya.? Apalagi puasanya ditambah 10 hari lagi. Membuat pengikutnya tak sabar, terlalu lama menanti.

Sewaktu Nabi Musa turun, didapatinya sebagian pengikutnya ingkar. Mereka menyembah patung anak sapi emas bikinan Samiri. Nabi Harun sudah melarangnya tapi mereka menjawab, “Kami akan tetap menyembah patung anak sapi itu, hingga Musa kembali kepada kami.” (QS Thaha: 91).

Padahal, dua dari 10 Perintah Tuhan adalah: 1. Aku-lah Tuhan Allah-mu, jangan ada padamu illah lain. 2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi dan di dalam bumi.

Kisah Musa banyak disebut dalam al Qur’an: di surat al-Baqarah, al-A’raf, Thaha, al-Qashas. Kata ustadz Ammi Nur Bait yang mendampingi kami, itu dimaksudkan agar kita merenungkan jalan hidup Nabi Musa, mengambil hikmah dari beratnya ujian yang dialaminya. Firman-Nya, “Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” (QS Thaha: 40).

Kita juga belajar dari kaum Bani Israel yang tak pandai bersyukur, tidak sabar, ingkar, keras kepala. Bersyukurlah, ujian bagi kita agaknya jauh lebih ringan. Jangan merasa jadi orang paling nestapa di dunia.

Padahal nikmat Allah SWT kepada kita tak terhitung. “Fabiayyi alaa’i rabbi-kumaa tukadzdzibaan.” yang dalam surat Ar -Rahman diulang 31 kali itu untuk memantapkan pemahaman dan menekankan betapa pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat itu setelah menyadarinya bahwa ia datang dari Allah Azza wa Jalla.

>KLIK to WA

#tempatprodusencelengan #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang

Tempat Produsen Celengan: Jual Celengan Kabah


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!