Produsen Di Probolinggo 082288641119

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, Produsen Di Probolinggo dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.

produsen di probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya, produsen celengan ka bah di sidoarjo , produsen celengan ka bah situbondo

Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Produsen Di Probolinggo Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun..

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an: 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Allah SWT berfirman:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

Setelah gelar Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.

Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama.

>KLIK to WA

#produsendiprobolinggo #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang

Produsen Di Probolinggo: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Tuban 082288641119

Sebagai kaum muslim, sangat penting bagi kita untuk mengetahui kisah umroh dan haji Nabi Muhammad SAW. Produsen Celengan Di Tuban Haji dan umroh sendiri merupakan dua ibadah yang sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia.

produsen celengan di tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya, produsen celengan ka bah di sidoarjo

Pelaksanaannya pun telah dituntunkan secara lengkap oleh Nabi Muhammad SAW Produsen Celengan Di Tuban dan kini kita tinggal mengikuti tata cara yang telah beliau sampaikan. Berikut ini adalah ulasan mengenai sejarah pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Awal Ibadah Haji

Awal mula pelaksanaan ibadah haji tak bisa dipisahkan dari sejarah hidup keluarga Nabi Ibrahim AS. Sejarah pembangunan Ka’bah sendiri memang identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Mereka berdua diberi mandat secara langsung oleh Allah SWT untuk mendirikan Ka’bah. Setelah itu, Allah SWT menyerukan pada keduanya untuk melaksanakan ibadah haji dengan cara mengelilingi Ka’bah dan melaksanakan serangkaian ibadah di tempat tersebut.

Sayangnya, fungsi Ka’bah sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji sebagaimana yang telah Allah perintahkan pada Nabi Ibrahim dan Ismail AS, justru malah dijadikan sebagai tempat penyembahan berhala oleh generasi pra-Islam. Masyarakat Arab pada masa jahiliyah biasa menyembah berhala, seperti Al-Uzza, Al Latta, Manah, dan Hubal. Karena itulah, Baitullah (rumah Allah) oleh mereka dijadikan tempat seagai penyembahan berhala-berhala tersebut.

Setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, beliau membawa perubahan yang begitu besar terhadap fungsi Ka’bah. Beliau berusaha untuk mengembalikan fungsi Ka’bah sebagaimana tujuan pembangunan semula yang dirintis oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, yakni menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan bagi umat Islam.

Meski telah diangkat sebagai Nabi dan Rasul, tidak serta merta Nabi Muhammad SAW dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau harus menunggu hingga tahun ke -10 Hijriyah untuk bisa menjalankan ibadah haji bersama kaum muslimin. Karena itulah, kisah umroh dan haji Nabi Muhammad harus kita pelajari agar kita dapat meneladani kisah perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemenangan umat Islam atas kota Mekkah dan menguasai Baitullah sehingga akhirnya dapat melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Kisah Umroh Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW berencana melaksanan ibadah haji bersama 1500 sahabatnya ke Mekkah pada tahun 6 Hijriyah. Dari Madinah, mereka mengenakan kain ihram (kain putih tanpa jahitan) serta membawa unta untuk qurban. Namun perjalanan ibadah haji tersebut tidak dapat terlaksana karena Nabi dan para sahabatnya dihadang di Hudaibiyah oleh kaum kafir Quraisy. Kemudian di tempat tersebut mereka melakukan perundingan yang kini kita kenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian tersebut merugikan kaum muslimin karena pada tahun itu mereka dilarang untuk melaksanakan ibadah haji dan bisa datang kembali tahun depan untuk melaksanakan haji dengan waktu yang sangat terbatas, yaitu 3 hari saja.

Pada tahun 7 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah umroh ke Baitullah untuk pertama kali bersama dengan 2000 kaum muslimin. Di sana, Nabi beserta rombongan melakukan thawaf 7 putaran, melaksanakan shalat di maqam Ibrahim, minum air Zam-Zam, melakukan Sa’i dari Bukit Shafa ke Marwah, dan melakukan tahallul atau mencukur rambut.

Kisah Haji Nabi Muhammad SAW

Meskipun ada begitu banyak rintangan dari para pembenci Islam, akhirnya pada 8 Hijriyah, kaum muslimin berhasil menakhlukan kota Mekkah dengan mengalahkan kaum kafir Quraisy atau biasa dikenal dengan sebutan Fathu Makkah. Mereka pun berhasil menghancurkan berhala yang terdapat di sekitar Ka’bah dan berhasil mengembalikan fungsi Ka’bah seperti semula.

Pada tahun 9 Hijriyah, Rasulullah mengangkat Abu Bakar As-Shidiq sebagai Amirul Hajj untuk menyertai kaum muslimin melaksanakan ibadah haji. Pada saat itu Rasulullah tidak ikut melaksanakan ibadah haji karena masih terikat dengan perjanjian Hudaibiyah yang melarang beliau untuk masuk ke kota Mekkah.

Baru pada tahun 10 Hijriyah akhirnya Rasulullah dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau merasa bahwa misi dakwahnya telah sempurna, karena itulah beliau merencanakan untuk melaksanakan haji yang terakhir atau haji Wada’ (haji perpisahan).

>KLIK to WA

#produsencelengandituban #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang #produsencelengankabahdimalang #produsencelengankabahunik #produsencelengankabahdinganjuk #hargaprodusencelengankabahdimadura

Produsen Celengan Di Tuban: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Gresik 082288641119

Quran adalah salah satu ibadah yang sering digaungkan pada bulan Ramadhan. Produsen Celengan Di Gresik Bulan suci yang kian dekat umat Islam berlomba-lomba menyambutnya dengan beragam amalan dan ibadah.

produsen celengan di gresik , produsen celengan ka bah tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya

. Salah satu jenis amalan yang paling dianjurkan adalah Produsen Celengan Di Gresik membaca Alquran dan memahaminya, atau biasa disebut dengan tadarus. Simak lebih lanjut mengenai arti tadarus dan keutamannya pada penjelasan di bawah!

Arti Tadarus dan Urgensinya

Secara bahasa, tadarus berasal dari kata da-ra-sa yang memiliki makna membaca berulang kali, dengan disertai upaya memahami hingga seseorang mudah menghafal apa yang ia baca (Az-Zabiidi dalam Taj al-Aruus). Dalam ilmu nahwu, kata tadarus termasuk dalam wazan tafaul, yang artinya aktivitas ini dilakukan seminimalnya oleh dua orang (atau lebih). Secara istilah, tadarus memiliki arti kegiatan membaca dan memahami Alquran secara berulang, secara bersama-sama.

Rasululllah SAW bersabda mengenai pentingnya tadarus dalam hadisnya berikut ini,

1. Rasulullah SAW berkata:

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah-rumah Allah, mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya, kecuali akan turun atas mereka ketenangan, diliputi kasih sayang kepada mereka, dan Allah akan menyebut mereka ada di sisi-Nya,” (Diriwayatkan Abu Hurairah RA).

Orang yang senantiasa bertadarus akan diberikan ketenangan dan diangkat namanya di sisi Allah SWT.

2. Rasulullah SAW berkata:

“Jagalah Al-Quran, demi Tuhanku yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat-ayat Alquran yang telah dihapal) lebih mudah lepas dari ingatan daripada lepasnya unta dari ikatannya,” (Diriwayatkan Abu Musa al-Asy’ari RA).

Dengan bertadarus secara rutin, maka hafalan dan pemahaman Alquran dalam benak akan terjaga.

Keutamaan Tadarus

Sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT, tadarus Alquran memiliki beragam keutamaan, yaitu:

  1. Orang yang senantiasa bertadarus akan diberi syafaat. Selain ibadah puasan, Alquran adalah salah satu pemberi syafaat (pertolongan) di hari akhir kelak. Tentunya syafaat ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan hanya kepada mereka yang rutin membaca dan mempelajarinya.
  2. Allah SWT akan memberikan ketenangan dan menyebut nama-nama mereka yang gemar membaca dan memahami Alquran.
  3. Akan dikumpulkan bersama malaikat mereka yang rajin bertadarus. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mahir membaca kitab Allah kelak akan mendapat tempat di surga, bersama para malaikat yang mulia serta diliputi ketaatan. Sementara orang yang kesusahan dan diliputi keberatan ketika membaca Alquran, maka dirinya mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  4. Arti tadarus adalah amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah, terutama di bulan suci Ramadhan. Salah satu yang membuatnya istimewa, beliau tidak bertadarus bersama manusia, melainkan bersama malaikat Jibril.

 Tata Cara Tadarus

Ada empat tahapan dalam melakukan tadarus Quran, yaitu:

  1. Membaca bersama dan saling menyimak ayat-ayat Alquran.
  2. Mencoba memahami ayat yang dibaca, seminimalnya bersumber dari terjemahan dan tafsir.
  3. Bertukar pandangan mengenai ayat dan tafsir yang dibaca. Hal ini disebut sebagai proses tadabur (mencermati dan merenungkan).
  4. Tak lupa untuk saling mengingatkan dan mempraktekkan pesan dan pelajaran yang didapat dari tadabur ayat.

Tidak hanya di masjid, tadarus dapat dilakukan di lingkup yang lebih kecil semisal keluarga. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana harus menghindari kerumunan.

Semoga informasi mengenai arti dan keutamaan tadarus di atas dapat menjadi pemecut bagi kita semua dalam mempelajari dan memahami Alquran.

>KLIK to WA

#produsencelengandigresik #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang #produsencelengandimalang #produsencelengankabahunik #produsencelengankabahdinganjuk

Produsen Celengan Di Gresik: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Kediri 0822 8864 1119

Allah SWT menyebut dalam berbagai ayat jika ia bersemayan di atas Arsy. Produsen Celengan Di Kediri Allah SWT berfirman, “Sungguh Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. (QS al-A’raf [7]: 54).

produsen celengan di kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik , produsen celengan ka bah jember

Lalu bagaimanakah sifat Arsy itu? Dalam buku Produsen Celengan Di Kediri Ensiklopedi Islam Jilid I, dijelaskan arsy/ bisa diartikan sebagai takhta atau singgasana Tuhan. Hal ini berdasarkan kata dasar dalam bahasa Arab arsya, yang berarti bagunan, singgasana, istana, atau takhta. Arsy dengan pengertian tersebut banyak disebutkan dalam Alquran, seperti dalam  surah at-Taubah ayat 129, surah Yunus ayat 3, surah al-Mu’minun ayat 86 dan 87, serta surah an-Naml ayat 26.

Arsy, menurut paham Ahlussunah waljamaah, adalah makhluk Allah yang tertinggi berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat. Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (QS al-Haaqah [69]:17)

Dalam Tafsir ad-Durr al-Mansur fi Tafsir bi al-Maksur, Jalaluddin as-Suyuti menyebutkan, ada hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi Khatim dari Wahhab bin Munabbih. Hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi.

Di sekeliling arsy itu terdapat empat sungai, yaitu sungai yang berisikan cahaya berkilauan, sungai yang berisikan api menyala kemerahan, sungai yang berisikan salju putih berkilauan, dan sungai yang berisikan air. Di setiap sungai tersebut para malaikat berdiri sambil membaca tasbih, yang berarti Mahasuci Allah. Di arsy terdapat lisan atau bahasa sebanyak lisan makhluk seluruhnya. Setiap lisan bertasbih kepada Allah dengan bahasanya.

Abu as-Syaikh meriwayatkan hadis dari asy-Sya’bi.  Rasulullah Saw bersabda, “Arsy itu terbuat dari batu permata (yakut) merah. Satu malaikat di antara malaikat memandang arsy dan keagungannya.” jelas potongan hadis tersebut.

Penjelasan tentang arsy yang demikian, juga dipertegas dengan hadis yang diriwayatkan Abu asy-Syaikh dari Hammad. Rasulullah bersabda, “Allah menciptakan arsy dari permata zamrud hijau dan diciptakan baginya tiang penopang dari batu permata (yakut) merah. Di Arsy terdapat seribu bahasa (lisan). Di bumi diciptakan seribu umat. Setiap umat bertasbih kepada Allah dengan bahasa arsy.”

Terkait ukuran singgasana Tuhan tersebut, tidak akan ada yang mengetahuinya kecuali Allah sendiri. Hal ini diriwayatkan Ibnu Abi Khatim dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas mengatakan, “Tidak akan ada yang mampu mengetahui berapa ukuran arsy kecuali yang menciptakannya. Langit dibandingkan dengan arsy ibarat kubah di atas padang sahara nan luas,” katanya.

Sementara, di dalam tafsir al-Manar, ketika menafsirkan surah at-Taubah ayat 129 disebutkan bahwa arsy adalah pusat pengendalian segala persoalan makhluk Allah. Hal ini sesuai dengan bunyi surah Yunus ayat 3 yang artinya, “…kemudian Dia bersemayam di atas arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.”

Para imam ahli tafsir menjelaskan bahwa Arsy adalah suatu tempat yang memiliki materi dan fisik, bukan suatu ungkapan kiasan saja. Hal ini dijelaskan secara panjang oleh Imam al-Baihaqi seperti berikut ini.

“Dan pendapat para ahli tafsir tentang al-Arsy adalah singgasana, dan dia adalah fisik yang berbentuk, yang telah diciptakan Allah. Dan Dia perintahkan para malaikat untuk memikulnya dan beribadah dengan mengagungkan dan bertawaf kepadanya, sebagaimana Dia menciptakan satu rumah di bumi dan memerintahkan bani Adam untuk bertawaf kepadanya dan menghadap kepadanya ketika shalat. Dan pendapat-pendapat mereka itu ada dalil penunjukannya yang jelas dalam ayat-ayat dan hadis-hadis serta atsar-atsar (perkataan yang datang dari para sahabat yang disandarkan pada Nabi).”

Sesungguhnya Allah menguasai segala ciptaan-Nya, mengaturnya, dan menjaganya. Allah SWT lebih mulia dari segala makhluk yang ada. Allah lebih besar dari segala makhluk-makhluk tersebut. Namun, yang jelas ciptaan atau makhluk Allah yang paling besar dibanding seluruh makhluk ciptaan-Nya yang lain adalah arsy, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Rabb yang mempunyai arsy yang besar.”( QS an-Naml [27]: 26)

Demikianlah sekelumit penggambaran tentang singgasana Allah  yang sekaligus ciptaan-Nya yang paling besar. Masih banyak ayat dan hadis yang mengurai tentang arsy. Namun, tidak ada yang tahu bentuk sejati dari arsy. Sebagai umat Islam, kita hanya harus mengimani sesuai dengan keterangan dari Allah dan Rasul-Nya tersebut, tanpa menolaknya dan mengilustrasikan atau mengandai-andaikannya. 

>KLIK to WA

#produsencelengandikediri #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan

Produsen Celengan Di Kediri: Jual Celengan Kabah


Produsen Celengan Terbaik 0822 8864 1119

Jabal Tsur adalah gunung setinggi 458 meter yang berada di sebelah selatan Kota Makkah. Produsen Celengan Terbaik Gua Tsur terletak di puncak Gunung Tsur.

produsen celengan terbaik , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik

Di gua itulah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Shiddieq Produsen Celengan Terbaik bersembunyi selama tiga hari dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika hijrah ke Madinah Al-Munawwarah.

Mengenal Jabal Tsur Dan Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersembunyi di dalam gua Tsur dari kejaran kaum Quraisy yang ingin membunuh beliau. Disertai oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq, Rasulullah SAW bersembunyi di gua Tsur hingga tiga hari lamanya. Abu Bakar sendiri sempat cemas, karena hanya sejengkal dari dalam gua kaki Rasulullah bisa terlihat di luar.

Berkat pertolongan Allah, di mulut gua bersarang laba-laba menutupinya dengan jaring- jaring tebal. Sementara di sebelah mulut gua bersarang pula merpati dan bertelur di sana. Seperti disebutkan dalam al-Qua’an Surat At-Taubat ayat 40, berbunyi Sedang di salah satu daripada dua orang ketika kedua-duanya berada di dalam gua.

Kaum Quraisy yang mengepung Rasulullah SAW akhirnya menyerah karena menganggap tidak mungkin gua itu dimasuki orang untuk bersembunyi. Rasulullah dan Abu Bakar kemudian keluar dari gua Tsur, lalu naik onta yang dibawakan oleh Abdullah bin Uraiqit atas pesan Abu Bakar. Abdullah sendiri ketika itu belum lagi memeluk Islam.

Dari Bukit Tsur, Rasulullah SAW ditemani Abu Bakar dan Amir bin Fuhairah, seorang penggembala kambing milik Abu Bakar, berangkat menunju Madinah dengan Abdullah bin

Uraiqit sebagai penunjuk jalan. Peristiwa ini menandai awal hijrah Nabi Muhamamad SAW dari Makkah Al Mukarraomah ke Madinah Al Munawwaroh.

Berbeda dengan Gunung Tsur (bahasa Arab: جبل ثور Jabal Tsur) merupakan sebuah gunung kecil yang terletak di Madinah, Arab Saudi. Gunung ini berwarna kemerah-merahan yang mengelilingi Gunung Uhud di belakangnya dari arah utara. Merupakan batas kota Madinah sebelah utara, sekitar 8 kilometer dari Masjid Nabawi, atau kurang lebih 15 kilometer dari Gunung ‘Air. Batas kota Madinah adalah diantara Gunung ‘Air dan Gunung Tsur.

>KLIK to WA

#produsencelengankabahtulungagung #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan

Produsen Celengan Tulungagung: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Malang 0822 8864 1119

Salah satu tanda akhir zaman adalah saat terjadinya peperangan besar antara umat Muslim dengan kaum Yahudi. Produsen Celengan Malang Di saat itu, semua pohon tempat persembunyian Yahudi akan memberi tahu keberadaan mereka, kecuali pohon gharqad.

produsen celengan malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.”

Pelindung Kaum Yahudi

Seperti hadits yang diriwayatkan Produsen Celengan Malang oleh Abu Umamah Radiyallahu ‘anhu bahwa ketika akhir zaman nanti, saat peperangan besar antara Muslim dan kaum Yahudi terjadi, Allah memberi kekuatan umat Muslim untuk mengalahkan mereka, bahkan semua makhluk ciptaan Allah termasuk benda mati pun akan bersaksi.

فَلاَ يَبْقَى شَيْءٌ مِمَّا خَلَقَ اللهُ يَتَوَارَى بِهِ يَهُودِيٌّ إِلاَّ أَنْطَقَ اللهُ ذَلِكَ الشَّيْءَ لاَ حَجَرٌ وَلاَ شَجَرٌ وَلاَ حَائِطٌ وَلاَ دَابَّةٌ…

Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok maupun hewan

Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kaum Yahudi akan ditolong oleh pohon Gharqad, satu-satunya ciptaan Allah yang membisu.

Ciri-Ciri Pohon Gharqad

Sebenarnya, ciri-ciri pasti dari pohon gharqad masih menjadi misteri. Ada yang menyebut pohon gharqad sebagai spesies tanaman Lycium Shawii. Istilah lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthron yang termasuk kategori semak belukar dengan tinggi yang mencapai satu sampai empat meter.

Ada pula orang yang menyebut Gharqad dengan Nitraria Retusa, di mana bentuk dari kedua pohon tersebut mirip. Namun, keduanya memiliki klasifikasi yang berbeda, mulai dari ordo, famili, sampai genus.

Dikatakan bahwa pohon ini menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau hijau serta buah merah kecil yang bisa dimakan.

Satu-satunya Tempat Persembunyian Yahudi

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, ketika perang besar terjadi, Allah SWT mempermudah jalan kaum muslimin untuk melawan Yahudi. Bahkan semua ciptaan Allah, baik makhluk hidup maupun benda mati akan bersaksi.

 “Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok maupun hewan.”

Apabila dihubungkan dengan hadis sebelumnya, pohon gharqad adalah satu-satunya makhluk Allah yang membisu. Alhasil, pohon ini merupakan satu-satunya tempat persembunyian kaum Yahudi.

Tumbuh di Gurun

Hingga kini ciri-ciri pasti dari pohon gharqad masih menuai perdebatan. Sebagian orang menyebut gharqad merupakan spesies tanaman Lycium Shawii yang masuk kategori semak belukar.

Nama lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn. Tanaman ini ditemukan di seluruh jazirah Arab dan tingginya dapat mencapai empat meter. Karena beradaptasi dengan lingkungan gurun, cabang-cabangnya ditumbuhi duri.

Ada pula yang mengatakan bahwa gharqad adalah Nitraria Retusa. Tanaman ini juga masuk kategori semak dengan tinggi hingga 2,5 meter. Rantingnya berbulu ketika muda, menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau hijau, dan buah merah kecil yang bisa dimakan.

>KLIK to WA

#produsencelenganmalang #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep

Produsen Celengan Malang: Jual Celengan Kabah

Tempat Produsen Celengan 0822 8864 1119

Setelah berhasil keluar dari Mesir dan selamat dari kejaran Firaun dan pasukannya, Tempat Produsen Celengan Nabi Musa AS bersama pengikutnya Bani Israel menuju Gunung Tursina, 2.285 m dpl. Di puncak gunung itu Nabi Musa dijanjikan akan mendapat Taurat, 10 Perintah Tuhan atau ten commandements. Syaratnya, beliau harus berpuasa 30 hari.

tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah

Napak tilas jejak Musa AS itulah tujuan kami pada 11 Februari 2019. Tempat Produsen Celengan Menjelang maghrib, sesudah shalat Dhuhur dan Ashar dijamak di tempat seadanya, di kaki gunung, kami berangkat naik unta.

Bukit Tursina adalah bukit yang namanya disebut berkali-kali dalam kitab ketuhanan: Injil, Taurat, juga Alquran. Bukit ini juga dikenal dengan nama Sinai, Jabal Tur, Jabal Musa, atau Gunung Horeb yang berarti gunungnya Nabi Musa. Letaknya di dekat gereja Saint Catherine di Semenanjung Sinai, Mesir.

Tak ada pelana, tanpa sandaran kaki. Hanya ada kayu, di depan dan belakang tubuh, untuk pegangan. Rombongan unta mulai berjalan di kegelapan malam; diterangi sinar bulan. Suasana sungguh hening, seolah kita hanya mendengar tarikan nafas dan suara pijakan kaki unta.

Lebar jalur pendakian hanya 2 m, kadang menyempit, tidak rata, berpasir dan batu. Kanan tebing, kiri jurang. Ngerinya, unta selalu berjalan di sisi kiri di tengah kegelapan malam. Wajar jika hati mulai was-was.

Setelah istirahat dan berunding, orang-orang sepakat tidak melanjutkan perjalanan ke puncak: karena gelap, sangat dingin dan harus menaiki 750 anak tangga (lebih 2 X anák tangga di Gunung Galunggung).

Terbayang betapa sulit Nabi Musa puasa dan bermunajat 30 hari di lingkungan yang keras. Beliau sendirian saja mengundang berbagai pertanyaan lain di kepala.  Apa saja bekal yang dibawa.? Buka puasanya makan apa.? Air minumnya dari mana.? Mandi apa tidak ya.? Apalagi puasanya ditambah 10 hari lagi. Membuat pengikutnya tak sabar, terlalu lama menanti.

Sewaktu Nabi Musa turun, didapatinya sebagian pengikutnya ingkar. Mereka menyembah patung anak sapi emas bikinan Samiri. Nabi Harun sudah melarangnya tapi mereka menjawab, “Kami akan tetap menyembah patung anak sapi itu, hingga Musa kembali kepada kami.” (QS Thaha: 91).

Padahal, dua dari 10 Perintah Tuhan adalah: 1. Aku-lah Tuhan Allah-mu, jangan ada padamu illah lain. 2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi dan di dalam bumi.

Kisah Musa banyak disebut dalam al Qur’an: di surat al-Baqarah, al-A’raf, Thaha, al-Qashas. Kata ustadz Ammi Nur Bait yang mendampingi kami, itu dimaksudkan agar kita merenungkan jalan hidup Nabi Musa, mengambil hikmah dari beratnya ujian yang dialaminya. Firman-Nya, “Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” (QS Thaha: 40).

Kita juga belajar dari kaum Bani Israel yang tak pandai bersyukur, tidak sabar, ingkar, keras kepala. Bersyukurlah, ujian bagi kita agaknya jauh lebih ringan. Jangan merasa jadi orang paling nestapa di dunia.

Padahal nikmat Allah SWT kepada kita tak terhitung. “Fabiayyi alaa’i rabbi-kumaa tukadzdzibaan.” yang dalam surat Ar -Rahman diulang 31 kali itu untuk memantapkan pemahaman dan menekankan betapa pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat itu setelah menyadarinya bahwa ia datang dari Allah Azza wa Jalla.

>KLIK to WA

#tempatprodusencelengan #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang

Tempat Produsen Celengan: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Sda 0822 8864 1119

Rasul meminta Zaid bin Tsabit untuk mempelajari tulisan dan bahasa orang Yahudi. Produsen Celengan Di Sda Dia pun menaati perintahnya. Seiring waktu, Zaid menguasai bahasa Ibrani, baik lisan maupun tulisan. Dia mampu menerjemahkan kata-kata Rasulullah ketika ingin berkomunikasi dengan orang Yahudi, baik saat berpidato maupun berbentuk surat.

produsen celengan di sda, produsen celengan ka bah pasuruan, tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu

Begitu juga ketika Yahudi menuliskan surat untuk Nabi, Produsen Celengan Di Sda Zaid yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab. Setelah bahasa Ibrani, Rasul pun memerintahkannya untuk mempelajari bahasa Syria. Dengan tugas ini, Zaid telah melakukan tugas penting sebagai penerjemah Rasul dengan mereka yang tidak bisa berbahasa Arab.

Berkat antusiasme dan keterampilan dia dan mampu melaksanakan tugas selama ini, Nabi menambahkan tugas dan tanggung jawab yang lebih berat. Dia memerintahkan untuk mencatat wahyu Allah dengan tulisan dan merekam dengan hafalannya. Ketika Rasul mendapatkan wahyu, dia memanggil Zaid sambil meminta membawa perkamen, tinta, dan tulang belikat hewan untuk menulis bagian dari Alquran tersebut.

Zaid memang bukan satu-satunya penulis pribadi Rasulullah. Sumber lain mencatat, terdapat 48 orang yang biasa menulis untuknya, tetapi Zaid yang paling menonjol di antara mereka.

Zaid menyaksikan bagaimana kondisi Rasulullah ketika menerima wahyu dari malaikat Jibril. Dia dibesarkan bersama ayat-ayat Alquran sehingga mampu memahami dengan baik ketika wahyu Allah turun. Karena pengalamannya itu, dia telah memahami syariah sejak usia dini. Zaid juga sebagai salah satu cendekiawan muda di antara sahabat Rasulullah.

Setelah Rasulullah wafat, Zaid mendapatkan tugas untuk mengotentifikasi Alquran karena banyak penghafal Alquran tewas dalam peperangan. Umar bin Khattab meyakinkan Abu Bakar untuk mengumpulkan Alquran dalam manuskrip. Abu Bakar kemudian memanggil Zaid untuk membahas pengumpulan Alquran.

Abu Bakar yakin pemuda itu cerdas dan terpercaya. Bagi Zaid, mengumpulkan Alquran adalah tugas yang sangat berat. Bahkan, dia membandingkan hal itu dengan menggeser gunung yang dinilainya masih lebih mudah. Meski demikian, dia tetap menerima tugas tersebut.

Zaid mulai mengumpulkan bagian-bagian Alquran yang ditulis di perkamen, tulang belikat, daun pohon kurma, dan ingatan manusia. Dia melaksanakan tugas ini dengan penuh kehati-hatian dan bersungguh-sungguh. Dia menjaga agar tidak ada satu kesalahan pun.

Zaid telah menyelesaikan pekerjaannya sebelum Abu Bakar wafat. Dia membuat satu suhuf Alquran. Sebelum meninggal, dia mewariskan suhuf ini kepada Umar bin Khattab. Kemudian, Abu Hafs memberikan mushaf itu kepada putrinya yang juga istri Rasulullah, Hafsah, yang juga penghafal Alquran.

>KLIK to WA

#produsencelengandisda #produsencelengankabahbojonegoro #produsencelengankabahbatu #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil

Produsen Celengan Di Sda: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Sby 0822 8864 1119

Hijr Ismail terletak di sebelah utara Kakbah, Produsen Celengan Di Sby bentuknya setengah lingkaran. Hijr Ismail dibangun Nabi Ibrahim sebagai tempat berteduh sewaktu membangun Kakbah.

produsen celengan di sby, produsen celengan ka bah sidoarjo, produsen celengan ka bah pasuruan, tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro

Awalnya, Hijr Ismail termasuk dalam bagian Kakbah. Produsen Celengan Di Sby Karena kekurangan biaya, mereka mengurangi bangunan Kakbah.

Hijr Ismail ini menjadi salah satu tempat favorit jemaah haji untuk dikunjungi. Sebab, lokasi ini adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dan dianjurkan melakukan salat sunah di sana.

Dikutip dari buku ‘Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif’ karya H Rafiq Jauhary, Kamis (8/9/2016), mengenai awal mula dikenal istilah Hijr sendiri terdapat dua cerita yang berbeda.

Cerita pertama mengatakan bahawa Hijr adalah Hujrah, yakni kamar yang digunakan Nabi Ismail beristirahat saat membangun Kakbah. Cerita lainnya mengatakan bahwa Hijr adalah kuburan Nabi Ismail.

Terhadap dua sumber ini pakar sejarah Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfury lebih menguatkan pada cerita pertama. Apalagi jika dikatakan bahwa Hijr adalah kuburan Nabi Ismail.

“Maka itu mustahil karena jenazah para Nabi tidak akan rusak, padahal dahulu ketika direnovasi oleh Quraisy dan di waktu lain dibangun oleh Abdullah bin Zubair, di bawahnya tidak didapati jenazah Nabi Ismail. Dan Andaikan itu kuburan, maka kuburan tidak boleh diinjak dan diduduki. Inilah yang membuat beliau menyangsikan cerita kedua tersebut,” tulis Rafiq Jauhary

Pengelola Masjidil Haram tidak banyak memberi kesempatan bagi para peziarah untuk memasuki bagian dalam Kakbah. Hanya kabilah yang berwenang dan orang-orang penting atau tamu negara yang diperkenankan masuk.

“Kunci Kakbah saat ini dipercayakan pada Syaikh Shalih bin Zainal Abidin. Penyerahannya baru dilakukan 1 Muharram 1436 H setelah pemegang sebelumnya yakni Syaikh Abdul Qadir bin Thaha meninggal dunia,”ujarnya.

Keduanya berasal dari kabilah asy-Syabi, dan kini Syaikh Shalih adalah pemegang kunci Kakbah ke-109 terhitung sejak pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Sejak dulu, bagian dalam Kakbah digunakan oleh bangsa Quraisy untuk menyimpan barang berharganya. Hingga kini pun di dalam Kakbah masih tersimpan barang-barang peninggalan kuno seperti bejana dan lainnya

Beberapa sahabat ada yang tidak diizinkan oleh Rasulullah SAW masuk ke dalam Kakbah dan melakukan salat di dalamnya. Bahkan Aisyah RA, istri Rasulullah juga dilarang.

Dalam sebuah hadits, dari Aisyah RA berkata: ‘Saya dahulu ingin masuk ke dalam Baitullah dan salat di dalamnya, maka Rasulullah menggandeng tangan dan membawaku masuk ke dalam Hijr lalu bersabda: ‘Salatlah di dalam Hijr jika engkau ingin masuk ke dalam Baitullah, karena sesungguhnya Hijr itu adalah bagian dari Baitullah. Akan tetapi kaummu (Quraisy) kekurangan biaya ketika membangun Kakbah (merenovasinya) sehingga mereka terpaksa mengeluarkannya dari Baitullah’ (Sunan Abu Dawud: 2030).


“Salat di dalam Hijr dihukumi sama dengan salat di luar Kakbah. Tidak terdapat keutamaan khusus dari salat di luar Kakbah, akan tetapi jika seseorang ingin merasakan salat di dalam Kakbah, maka Hijr bisa menjadi alternatifnya,” tutur pria yang juga muthawif (pembimbing-red) haji dan umrah ini.

Rafiq menjelaskan cara salatnya pun seperti halnya salat biasa. Anda bisa melakukan sholat dhuha, salat istikharah atau salat tahajud di dalamnya.
“Tidak ada salat khusus yang diniatkan untuk dilaksanakan di dalam Hijr Ismail,” katanya.

>KLIK to WA

#produsencelengandisby #produsencelengankabahlamongan #produsencelengankabahbojonegoro #produsencelengankabahbatu #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo

Produsen Celengan Di Sby: Jual Celengan Kabah


Alamat Celengan Kabah 0822 8864 1119

Dua hari setelah Abu Bakar RA masuk dan berbaiat untuk memahami Islam, sahabatnya, Alamat Celengan Kabah Abdurrahman bin Auf RA juga melakukan langkah serupa. Hingga kelak, kedua sahabat itu menjadi dua dari delapan orang awal yang dijanjikan masuk surga atau dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun.

alamat celengan ka bah , produsen celengan ka bah surabaya, produsen celengan ka bah sidoarjo, produsen celengan ka bah pasuruan, tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan

Sejarah mencatat, Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat Rasulullah SAW yang kaya raya Alamat Celengan Kabah dan terkenal akan kegemarannya untuk bersedekah di jalan Allah SWT. Jika menilik ke belakang, tentu saja hal tersebut tak jauh dari didikan ayahnya, Auf bin Abd Auf, tentang menepati janji dan mencintai sesama. Hingga nilai bijaksana, setia, dermawan terus melekat padanya ketika beranjak dewasa.

Dalam suatu kisahnya yang terkenal, Madinah, yang tampak tenang saat itu mendadak ramai, warga dan para pedagang berlarian menuju jalan. Rupanya, kafilah Abdurrahman bin Auf dengan 700 ekor untanya lengkap dengan dagangan memasuki Madinah, untuk disumbangkan.

Singkat cerita, Ummul Mukmin Aisyah Rha yang saat itu sedang menyampaikan hadist-hadist Rasulullah teringat hadist yang menerangkan bin Auf, dia berkata; “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat nanti. Aku pernah mendengar Rasul SAW bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf akan masuk surga sambil merangkak.”

Mendengar hal tersebut, seorang sahabat berlari kencang mencari Abdurrahman bin Auf untuk menyampaikan kabar gembira itu. Hingga akhirnya Abdurahman bin Auf menemui Aisyah RA dan bertanya “Wahai Ibunda, apakah Ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?” Jawab Aisyah, “Ya, aku mendengar sendiri.”

Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf kegirangan sambil berkata “Wahai Ibunda, saksikanlah, seluruh unta lengkap dengan barang dagangan di punggungnya masing-masing, aku dermakan untuk fisabilillah.”

Dalam cerita tersebut, diilustrasikan bahwa Abdurrahman bin Auf tidak merangkak karena sulitnya memasuki surga. Sebaliknya, ia sangat dekat dengan surga, sehingga ia tak perlu lagi berjalan dan hanya perlu merangkak saja.

Bahkan, dalam buku tersebut disebut juga bahwa setelah masuk Islam, segala sikap Abdurrahman bin Auf itu menjadikannya semakin dekat dengan Rasulullah. Terlebih, ketika ia rela berkoban demi agama dan Allah SWT.

Pria yang berfisik gagah dan tampan itu memiliki kulit kemerah-merahan, rambut hitam tak beruban dan tangan serta jari yang besar. Ketika berjalan, ia kerap terlihat sedikit pincang, karena cacat pada kaki yang diperoleh saat jihad di jalan Allah pada Perang Uhud.

Mendapat perlakuan tak mengenakan dari kaum Quraisy, hijrah juga dilakukannya atas seizin Rasulullah. Tak berselang lama, ia Bersama sahabat lainnya hijrah ke Habsyah. Peristiwa itu terjadi pada saat Rasulullah SAW diutus pada tahun ke-5 nya.

Namun demikian, Abdurrahman bin Auf tak bisa bertahan lama di daerah tersebut. Panggilan hatinya menyerukan untuk kembali ke Makkah dan membantu Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam.
Selain membantu menyebarkan Islam, ia juga menjadi pengawal setia Rasulullah. Meskipun, di luar kehidupannya yang lain, ia merupakan pengusaha sukses dengan usaha dagangnya.

Hasil yang dihasilkan dari pekerjaan yang disukainya itu, tak lantas menjadikannya sombong atau berdiam dan menikmati kekayaanya. Sebaliknya, ia memanfaatkan rezeki dari Allah SWT dengan percaya pada jaminan Allah.

Lebih jauh, mengutip buku Kisah 10 Pahlawan Surga karya Abu Zaein, pada awalnya, Abdurrahman bin Auf memiliki nama Abd Amr bin Abd Auf bin Al-Harits, yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah (keturunan paman Rasulullah dari pihak ibu).

Setelah mengatakan kesanggupannya berjalan di jalan Allah, Nabi Muhammad SAW berkata padanya untuk mengganti nama.

“Gantilah namamu dengan Abdurrahman.”. Mendengar perkataan itu ia bergembira, hingga mulai saat itu dikenal lah nama Abdurrahman bin Auf, pedagang sukses sahabat nabi yang memperjuangkan Islam hingga akhir hayatnya di usia ke-75 tahun.

>KLIK to WA

#alamatcelengankabah #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahlamongan #produsencelengankabahbojonegoro #produsencelengankabahbatu #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban

Alamat Celengan Kabah: Jual Celengan Kabah


error: Content is protected !!