Produsen Di Probolinggo 082288641119

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, Produsen Di Probolinggo dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.

produsen di probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya, produsen celengan ka bah di sidoarjo , produsen celengan ka bah situbondo

Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Produsen Di Probolinggo Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun..

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an: 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Allah SWT berfirman:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

Setelah gelar Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.

Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama.

>KLIK to WA

#produsendiprobolinggo #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang

Produsen Di Probolinggo: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Tuban 082288641119

Sebagai kaum muslim, sangat penting bagi kita untuk mengetahui kisah umroh dan haji Nabi Muhammad SAW. Produsen Celengan Di Tuban Haji dan umroh sendiri merupakan dua ibadah yang sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia.

produsen celengan di tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya, produsen celengan ka bah di sidoarjo

Pelaksanaannya pun telah dituntunkan secara lengkap oleh Nabi Muhammad SAW Produsen Celengan Di Tuban dan kini kita tinggal mengikuti tata cara yang telah beliau sampaikan. Berikut ini adalah ulasan mengenai sejarah pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Awal Ibadah Haji

Awal mula pelaksanaan ibadah haji tak bisa dipisahkan dari sejarah hidup keluarga Nabi Ibrahim AS. Sejarah pembangunan Ka’bah sendiri memang identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Mereka berdua diberi mandat secara langsung oleh Allah SWT untuk mendirikan Ka’bah. Setelah itu, Allah SWT menyerukan pada keduanya untuk melaksanakan ibadah haji dengan cara mengelilingi Ka’bah dan melaksanakan serangkaian ibadah di tempat tersebut.

Sayangnya, fungsi Ka’bah sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji sebagaimana yang telah Allah perintahkan pada Nabi Ibrahim dan Ismail AS, justru malah dijadikan sebagai tempat penyembahan berhala oleh generasi pra-Islam. Masyarakat Arab pada masa jahiliyah biasa menyembah berhala, seperti Al-Uzza, Al Latta, Manah, dan Hubal. Karena itulah, Baitullah (rumah Allah) oleh mereka dijadikan tempat seagai penyembahan berhala-berhala tersebut.

Setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, beliau membawa perubahan yang begitu besar terhadap fungsi Ka’bah. Beliau berusaha untuk mengembalikan fungsi Ka’bah sebagaimana tujuan pembangunan semula yang dirintis oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, yakni menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan bagi umat Islam.

Meski telah diangkat sebagai Nabi dan Rasul, tidak serta merta Nabi Muhammad SAW dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau harus menunggu hingga tahun ke -10 Hijriyah untuk bisa menjalankan ibadah haji bersama kaum muslimin. Karena itulah, kisah umroh dan haji Nabi Muhammad harus kita pelajari agar kita dapat meneladani kisah perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemenangan umat Islam atas kota Mekkah dan menguasai Baitullah sehingga akhirnya dapat melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Kisah Umroh Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW berencana melaksanan ibadah haji bersama 1500 sahabatnya ke Mekkah pada tahun 6 Hijriyah. Dari Madinah, mereka mengenakan kain ihram (kain putih tanpa jahitan) serta membawa unta untuk qurban. Namun perjalanan ibadah haji tersebut tidak dapat terlaksana karena Nabi dan para sahabatnya dihadang di Hudaibiyah oleh kaum kafir Quraisy. Kemudian di tempat tersebut mereka melakukan perundingan yang kini kita kenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian tersebut merugikan kaum muslimin karena pada tahun itu mereka dilarang untuk melaksanakan ibadah haji dan bisa datang kembali tahun depan untuk melaksanakan haji dengan waktu yang sangat terbatas, yaitu 3 hari saja.

Pada tahun 7 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah umroh ke Baitullah untuk pertama kali bersama dengan 2000 kaum muslimin. Di sana, Nabi beserta rombongan melakukan thawaf 7 putaran, melaksanakan shalat di maqam Ibrahim, minum air Zam-Zam, melakukan Sa’i dari Bukit Shafa ke Marwah, dan melakukan tahallul atau mencukur rambut.

Kisah Haji Nabi Muhammad SAW

Meskipun ada begitu banyak rintangan dari para pembenci Islam, akhirnya pada 8 Hijriyah, kaum muslimin berhasil menakhlukan kota Mekkah dengan mengalahkan kaum kafir Quraisy atau biasa dikenal dengan sebutan Fathu Makkah. Mereka pun berhasil menghancurkan berhala yang terdapat di sekitar Ka’bah dan berhasil mengembalikan fungsi Ka’bah seperti semula.

Pada tahun 9 Hijriyah, Rasulullah mengangkat Abu Bakar As-Shidiq sebagai Amirul Hajj untuk menyertai kaum muslimin melaksanakan ibadah haji. Pada saat itu Rasulullah tidak ikut melaksanakan ibadah haji karena masih terikat dengan perjanjian Hudaibiyah yang melarang beliau untuk masuk ke kota Mekkah.

Baru pada tahun 10 Hijriyah akhirnya Rasulullah dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau merasa bahwa misi dakwahnya telah sempurna, karena itulah beliau merencanakan untuk melaksanakan haji yang terakhir atau haji Wada’ (haji perpisahan).

>KLIK to WA

#produsencelengandituban #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang #produsencelengankabahdimalang #produsencelengankabahunik #produsencelengankabahdinganjuk #hargaprodusencelengankabahdimadura

Produsen Celengan Di Tuban: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Gresik 082288641119

Quran adalah salah satu ibadah yang sering digaungkan pada bulan Ramadhan. Produsen Celengan Di Gresik Bulan suci yang kian dekat umat Islam berlomba-lomba menyambutnya dengan beragam amalan dan ibadah.

produsen celengan di gresik , produsen celengan ka bah tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan , produsen celengan ka bah pamekasan , Produsen celengan ka bah di surabaya

. Salah satu jenis amalan yang paling dianjurkan adalah Produsen Celengan Di Gresik membaca Alquran dan memahaminya, atau biasa disebut dengan tadarus. Simak lebih lanjut mengenai arti tadarus dan keutamannya pada penjelasan di bawah!

Arti Tadarus dan Urgensinya

Secara bahasa, tadarus berasal dari kata da-ra-sa yang memiliki makna membaca berulang kali, dengan disertai upaya memahami hingga seseorang mudah menghafal apa yang ia baca (Az-Zabiidi dalam Taj al-Aruus). Dalam ilmu nahwu, kata tadarus termasuk dalam wazan tafaul, yang artinya aktivitas ini dilakukan seminimalnya oleh dua orang (atau lebih). Secara istilah, tadarus memiliki arti kegiatan membaca dan memahami Alquran secara berulang, secara bersama-sama.

Rasululllah SAW bersabda mengenai pentingnya tadarus dalam hadisnya berikut ini,

1. Rasulullah SAW berkata:

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah-rumah Allah, mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya, kecuali akan turun atas mereka ketenangan, diliputi kasih sayang kepada mereka, dan Allah akan menyebut mereka ada di sisi-Nya,” (Diriwayatkan Abu Hurairah RA).

Orang yang senantiasa bertadarus akan diberikan ketenangan dan diangkat namanya di sisi Allah SWT.

2. Rasulullah SAW berkata:

“Jagalah Al-Quran, demi Tuhanku yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat-ayat Alquran yang telah dihapal) lebih mudah lepas dari ingatan daripada lepasnya unta dari ikatannya,” (Diriwayatkan Abu Musa al-Asy’ari RA).

Dengan bertadarus secara rutin, maka hafalan dan pemahaman Alquran dalam benak akan terjaga.

Keutamaan Tadarus

Sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT, tadarus Alquran memiliki beragam keutamaan, yaitu:

  1. Orang yang senantiasa bertadarus akan diberi syafaat. Selain ibadah puasan, Alquran adalah salah satu pemberi syafaat (pertolongan) di hari akhir kelak. Tentunya syafaat ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan hanya kepada mereka yang rutin membaca dan mempelajarinya.
  2. Allah SWT akan memberikan ketenangan dan menyebut nama-nama mereka yang gemar membaca dan memahami Alquran.
  3. Akan dikumpulkan bersama malaikat mereka yang rajin bertadarus. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mahir membaca kitab Allah kelak akan mendapat tempat di surga, bersama para malaikat yang mulia serta diliputi ketaatan. Sementara orang yang kesusahan dan diliputi keberatan ketika membaca Alquran, maka dirinya mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  4. Arti tadarus adalah amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah, terutama di bulan suci Ramadhan. Salah satu yang membuatnya istimewa, beliau tidak bertadarus bersama manusia, melainkan bersama malaikat Jibril.

 Tata Cara Tadarus

Ada empat tahapan dalam melakukan tadarus Quran, yaitu:

  1. Membaca bersama dan saling menyimak ayat-ayat Alquran.
  2. Mencoba memahami ayat yang dibaca, seminimalnya bersumber dari terjemahan dan tafsir.
  3. Bertukar pandangan mengenai ayat dan tafsir yang dibaca. Hal ini disebut sebagai proses tadabur (mencermati dan merenungkan).
  4. Tak lupa untuk saling mengingatkan dan mempraktekkan pesan dan pelajaran yang didapat dari tadabur ayat.

Tidak hanya di masjid, tadarus dapat dilakukan di lingkup yang lebih kecil semisal keluarga. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana harus menghindari kerumunan.

Semoga informasi mengenai arti dan keutamaan tadarus di atas dapat menjadi pemecut bagi kita semua dalam mempelajari dan memahami Alquran.

>KLIK to WA

#produsencelengandigresik #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombang #produsencelengandimalang #produsencelengankabahunik #produsencelengankabahdinganjuk

Produsen Celengan Di Gresik: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Bentuk 0822 8864 1119

Jumlah rakaat sholat tarawih yang umum dikerjakan antara 8 rakaat sholat tarawih Produsen Celengan Bentuk ditambah 3 rakaat sholat witir. Namun ada juga yang mengerjakan sholat tarawih 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat sholat witir.

produsen celengan bentuk , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik , produsen celengan ka bah tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil , prodosen celengan ka bah madura , produsen celengan ka bah sampang , produsen celengan ka bah sumenep , produsen celengan ka bah bangkalan

Meski begitu, masing-masing dikerjakan setiap 2 rakaat dan Produsen Celengan Bentuk diakhiri dengan salam. Sholat tarawih sebaiknya ditutup dengan sholat witir yang jumlah rakaatnya ganjil. Niat sholat witir bervariasi, umumnya 1 rakaat atau 3 rakaat.

Berikut ini bacaan niat sholat witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam.

“USHALLII SUNNATAL WITRI TSALAASA ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’ALAA.”

Artinya : “Saya berniat sholat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’alaa.”

Do’a dan dzikir setelah Sholat Tarawih

Ilustrasi Do’a Dzikir Setelah Sholat Credit: shutterstock.com

Setelah menjalankan dua amalan Sunnah di atas alangkah baiknya jika ditutup dengan membaca dzikir dan doa, berikut adalah bacaan doa setelah shalat tarawih:

“Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin.

Washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Artinya: “Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”

“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

Itulah tata cara sholat tarawih dan witir yang lengkap beserta niat, do’a, serta dzikirnya yang dapat Anda kerjakan di rumah, baik secara sendiri ataupun jama’ah dengan keluarga.

Keutamaan Sholat Witir

Allah Mencintai Witir dan Merupakan Amalan Ahli Al-Qur’an
“Wahai ahli Al Quran, lakukanlah sholat witir. Karena sesungghnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah; shahih)

Sangat Ditekankan Rasulullah
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu sholat kepada kalian, maka lakukanlah sholat tersebut di antara sholat Isya dan sholat Subuh, yaitu sholat witir, sholat witir”. (HR. Ahmad; shahih)

Diwasiatkan Dikerjakan Setiap Hari
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur”. (HR. Bukhari dan Muslim.

>KLIK to WA

#produsencelenganbentuk#produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo #produsencelengankabahsitubondo #produsencelengankabahmagetan #produsencelengankabahdijombag #produsencelengankabahdimalang

Produsen Celengan Bentuk: Jual Celengan Kabah

Produsen Kabah Lamongan 082288641119

Bicara soal kematian, kita pasti sering bertanya-tanya tentang pohon Sidrat al-Muntaha Produsen Kabah Lamongan yang diciptakan Allah SWT sebagai penanda akhir hidup mahluk-mahluknya. Dimana letak dan keberadaan pohon tersebut.

produsen kabah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik , produsen celengan ka bah tuban , produsen celengan ka bah probolinggo , produsen celengan ka bah bangil

Lalu, seringkali pula terbersit kekhawatiran jika daun Sidrat al-Muntaha Produsen Kabah Lamongan yang jatuh hari ini telah tertulis nama kita, atau orang lain yang kita kenal. Soal kematian memang menjadi rahasia Allah SWT.

Keberadaan Sidrat al-Muntaha sendiri, telah banyak digambarkan Rasulullah Muhammad SAW saat melakukan perjalanan Isra’ Miraj. Rasulullah menggambarkan Sidratul Muntaha, adalah tempat yang luar biasa, sebuah tempat yang berbentuk seperti pohon Bidara atau dalam bahasa Arabnya adalah Sidrah.

Soal detail, Rasul tak mengatakan hal tersebut dengan cukup jelas. Hanya saja, beliau mengungkapkan jika tempat ini sangatlah indah. Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda :

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon, maka selayaknya pohoh ia juga memiliki daun, buah dan akar. Hal ini juga tersirat dalam hadist.

Tak hanya itu, Sidratul Muntaha juga dikatakan sangat berdekatan dengan Surga. Hal ini dijelaskan di surat An Najm 12-18. Makin jelas bagaimana gambaran Sidratul Muntaha. Dan setelah mengetahui ini harusnya bikin kita makin kagum dan takjub dengan kebesaran Allah.

1. Bentuk Sidratul Muntaha Ternyata Adalah Sebuah Pohon

Mendengar kata Sidratul Muntaha, kita pastinya akan membayangkan sebuah tempat yang luar biasa dan tak bisa dideskripsikan. Mungkin memang seperti itu, tapi dalam berbagai hadist, Rasul cukup jelas mengatakan bagaimana bentuk dari tempat satu ini. Ya, Sidratul Muntaha adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti pohon Bidara atau dalam bahasa Arabnya adalah Sidrah.

2. Buah, Daun dan Akar Sidratul Muntaha

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon, maka selayaknya pohoh ia juga memiliki daun, buah dan akar. Hal ini juga tersirat dalam hadist. “Aku melihat Shidratul-Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini?” Dia menjawab, “Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat.”

Tentang daun Sidratul Muntaha, ada juga riwayat yang menyebutkan kalau banyaknya daun di sana jumlahnya sama dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Dari penjelasan ini makin terbayang seperti apa Sidratul Muntaha, meskipun tetap saja terlalu susah sebenarnya kalau imajinasikan.

3. Letak dari Sidratul Muntaha

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pohon ini adalah ujungnya semesta dan ia terletak setelah puncaknya langit ke tujuh. Hal ini juga ditegaskan oleh sebuah riwayat oleh Ibnu Mas’ud dari Rasul yang mengatakan bahwa Sidratul Muntaha adalah pangkal dari semua yang naik. Dari sini bisa disimpulkan jika pohon ini terletak di sebuah tempat yang sangat tinggi.

Tak hanya itu, Sidratul Muntaha juga dikatakan sangat berdekatan dengan Surga. Hal ini dijelaskan di surat An Najm 12-18. Makin jelas bagaimana gambaran Sidratul Muntaha. Dan setelah mengetahui ini harusnya bikin kita makin kagum dan takjub dengan kebesaran Allah.

4. Tak Seorang pun Bisa Memasuki Sidratul Muntaha Kecuali Nabi Muhammad

Sidratul Muntaha adalah sebuah tempat istimewa di mana tak seorang pun bisa memasukinya selain yang diizinkan oleh Allah. Bahkan malaikat Jibril yang notabene adalah pemimpin para malaikat serta penyampai wahyu tak bisa menempatkan dirinya di sini.

Hal tersebut berkaca pada peristiwa Isra Mi’raj di mana malaikat Jibril tak sanggup lagi mengantarkan Nabi setelah melewati langit ke tujuh. Ya, pada akhirnya hanya Nabi Muhammad yang diizinkan Allah untuk berada di sini dan di dalamnya Allah memberikan sesuatu yang sangat penting.

>KLIK to WA

#produsenkabahlamongan #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya #produsencelengankabahdisidoarjo

Produsen Kabah Lamongan: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Tuban 082288641119

Saat melaksanakan shalat, Umat Islam dari segala penjuru menghadap ke Kabah sebagai arah kiblat. Produsen Celengan Di Tuban Bangunan berbentuk kubus ini terletak di jantung Masjidil Haram dan dikelilingi oleh ribuan manusia setiap hari.

produsen celengan di tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik , produsen celengan ka bah tuban , produsen celengan ka bah probolinggo

Sedikit orang yang tahu, Produsen Celengan Di Tuban bahwa ternyata tidak hanya satu kabah yang ada di alam semesta ini. Berdasarkan Al-Quran dan hadis, ada dua Kabah yang dipercaya menjadi rumah Allah. Selain kabah yang dibangun di Mekkah, ternyata ada satu lagi Kabah yang menjadi arah kiblat penduduk langit.

Kabah tersebut bernama Baitul Makmur dan terletak di langit ketujuh. Layaknya kabah di dunia, Baitul Makmur juga dikelilingi oleh malaikat setiap hari untuk melakukan tawaf.

Baitul Makmur makmur juga menjadi salah satu tempat yang dijadikan Allah sebagai sumpah-Nya. Seperti diketahui bahwa makhluk Allah yang menjadi sumpah berarti termasuk makhluk yang mulia. Hal tersebut juga dijelaskan awal mula Baitul Makmur.

Berdasarkan Al-Quran dan hadist, ada dua Ka’bah yang dipercaya menjadi rumah Allah. Selain ka’bah yang dibangun di Mekkah, ternyata ada satu lagi Ka’bah yang menjadi arah kiblat  penduduk langit.

Lafadz Baitul Makmur disebutkan dalam surat At-Thur.

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِْ وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِْ . وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6)

Beberapa pendapat mengenai baitul makmur

Ada beberapa pendapat mengenai tafsir Baitul makmur.

Adapun Baitul Makmur, maka ada beberapa pendapat:

  1. Rumah di langit yang tertinggi di dekat ‘Arsy, disifati dengan “makmur” karena banyaknya yang melakukan tawaf dari golongan malaikat
  2. Baitullah Al-Haram (Ka’bah) yang di penuhi oleh jemaah haji yang thawaf dan i’tikaf
  3. Baitul Makmur dengan menggunakan “Lam ta’rif Al-Jinsi”. Seakan-akan Allah bersumpah dengan rumah-rumah (misalnya ka’bah) yang diramaikan/dimakmurkan dan bangunan-bangunan yang terkenal.1

Baitul makmur adalah “Ka’bah” penduduk langit

Baitul makmur adalah kabah penduduk langit sebagaimana kabah di bumi sebagai pusat ibadah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

terdapat dalam Shahihain bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa saalm bersabda ketika peristiwa Isra’ pada saat melewati langit ke tujuh, ‘kemudian aku diangkat menuju baitul makmur, padanya masuk (datang) setiap hari 70.000 malaikat yang tidak akan kembali lagi’. Yaitu mereja beribadah dan berthawaf sebagaimana penduduk bumi thawaf di ka’bah mereka. Demikian juga baitul makmur ia adalah ka’bah penduduk langit ketujuh. Oleh karena itu, didapati Nabi Ibrahim Al-Khalil alihisshalatu wassalam menyandarkan badannya pada baitul makmur karena ia telah membangun ka’bah di bumi”2

Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah berkata,

 “Dari Ibnu Abbas: ia adalah rumah yang disekitar ‘Arsy yang dimakmurkan oleh para malaikat. 70.000 malaikat shalat di situ setiap hari kemudian mereka tidak akan kembali. Demikian juga pendapat Ikrimah, Mujahid dan banyak para salaf.”3

Posisinya sejajar di atas ka’bah di bumi

Al-Baghawi rahimahullah berkata,

” والبيت المعمور “، بكثرة الغاشية والأهل، وهو بيت في السماء حذاء العرش بحيال الكعبة

Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar ‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi.”4

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utasimin rahimahullah berkata,

Baitul Makmur terletak pada langit ketujuh. Sebagaimana pada hadits ‘sejajar dengan ka’bah’ maknanya “di atasnya”. Ini bukanlah hal yang aneh. Allah atas segala seseuatu Maha Menguasai. Atau maknanya ‘berlawanan arah’ sebagaimana penduduk bumi memakmurkan ka’bah maka penduduk langit juga memakmurkan baitul makmur.”

>KLIK to WA

#produsencelengandituban #produsencelengankabahkediri #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan #Produsencelengankabahdisurabaya

Produsen Celengan Di Tuban : Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Di Kediri 0822 8864 1119

Allah SWT menyebut dalam berbagai ayat jika ia bersemayan di atas Arsy. Produsen Celengan Di Kediri Allah SWT berfirman, “Sungguh Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. (QS al-A’raf [7]: 54).

produsen celengan di kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik , produsen celengan ka bah jember

Lalu bagaimanakah sifat Arsy itu? Dalam buku Produsen Celengan Di Kediri Ensiklopedi Islam Jilid I, dijelaskan arsy/ bisa diartikan sebagai takhta atau singgasana Tuhan. Hal ini berdasarkan kata dasar dalam bahasa Arab arsya, yang berarti bagunan, singgasana, istana, atau takhta. Arsy dengan pengertian tersebut banyak disebutkan dalam Alquran, seperti dalam  surah at-Taubah ayat 129, surah Yunus ayat 3, surah al-Mu’minun ayat 86 dan 87, serta surah an-Naml ayat 26.

Arsy, menurut paham Ahlussunah waljamaah, adalah makhluk Allah yang tertinggi berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat. Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (QS al-Haaqah [69]:17)

Dalam Tafsir ad-Durr al-Mansur fi Tafsir bi al-Maksur, Jalaluddin as-Suyuti menyebutkan, ada hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi Khatim dari Wahhab bin Munabbih. Hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi.

Di sekeliling arsy itu terdapat empat sungai, yaitu sungai yang berisikan cahaya berkilauan, sungai yang berisikan api menyala kemerahan, sungai yang berisikan salju putih berkilauan, dan sungai yang berisikan air. Di setiap sungai tersebut para malaikat berdiri sambil membaca tasbih, yang berarti Mahasuci Allah. Di arsy terdapat lisan atau bahasa sebanyak lisan makhluk seluruhnya. Setiap lisan bertasbih kepada Allah dengan bahasanya.

Abu as-Syaikh meriwayatkan hadis dari asy-Sya’bi.  Rasulullah Saw bersabda, “Arsy itu terbuat dari batu permata (yakut) merah. Satu malaikat di antara malaikat memandang arsy dan keagungannya.” jelas potongan hadis tersebut.

Penjelasan tentang arsy yang demikian, juga dipertegas dengan hadis yang diriwayatkan Abu asy-Syaikh dari Hammad. Rasulullah bersabda, “Allah menciptakan arsy dari permata zamrud hijau dan diciptakan baginya tiang penopang dari batu permata (yakut) merah. Di Arsy terdapat seribu bahasa (lisan). Di bumi diciptakan seribu umat. Setiap umat bertasbih kepada Allah dengan bahasa arsy.”

Terkait ukuran singgasana Tuhan tersebut, tidak akan ada yang mengetahuinya kecuali Allah sendiri. Hal ini diriwayatkan Ibnu Abi Khatim dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas mengatakan, “Tidak akan ada yang mampu mengetahui berapa ukuran arsy kecuali yang menciptakannya. Langit dibandingkan dengan arsy ibarat kubah di atas padang sahara nan luas,” katanya.

Sementara, di dalam tafsir al-Manar, ketika menafsirkan surah at-Taubah ayat 129 disebutkan bahwa arsy adalah pusat pengendalian segala persoalan makhluk Allah. Hal ini sesuai dengan bunyi surah Yunus ayat 3 yang artinya, “…kemudian Dia bersemayam di atas arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.”

Para imam ahli tafsir menjelaskan bahwa Arsy adalah suatu tempat yang memiliki materi dan fisik, bukan suatu ungkapan kiasan saja. Hal ini dijelaskan secara panjang oleh Imam al-Baihaqi seperti berikut ini.

“Dan pendapat para ahli tafsir tentang al-Arsy adalah singgasana, dan dia adalah fisik yang berbentuk, yang telah diciptakan Allah. Dan Dia perintahkan para malaikat untuk memikulnya dan beribadah dengan mengagungkan dan bertawaf kepadanya, sebagaimana Dia menciptakan satu rumah di bumi dan memerintahkan bani Adam untuk bertawaf kepadanya dan menghadap kepadanya ketika shalat. Dan pendapat-pendapat mereka itu ada dalil penunjukannya yang jelas dalam ayat-ayat dan hadis-hadis serta atsar-atsar (perkataan yang datang dari para sahabat yang disandarkan pada Nabi).”

Sesungguhnya Allah menguasai segala ciptaan-Nya, mengaturnya, dan menjaganya. Allah SWT lebih mulia dari segala makhluk yang ada. Allah lebih besar dari segala makhluk-makhluk tersebut. Namun, yang jelas ciptaan atau makhluk Allah yang paling besar dibanding seluruh makhluk ciptaan-Nya yang lain adalah arsy, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Rabb yang mempunyai arsy yang besar.”( QS an-Naml [27]: 26)

Demikianlah sekelumit penggambaran tentang singgasana Allah  yang sekaligus ciptaan-Nya yang paling besar. Masih banyak ayat dan hadis yang mengurai tentang arsy. Namun, tidak ada yang tahu bentuk sejati dari arsy. Sebagai umat Islam, kita hanya harus mengimani sesuai dengan keterangan dari Allah dan Rasul-Nya tersebut, tanpa menolaknya dan mengilustrasikan atau mengandai-andaikannya. 

>KLIK to WA

#produsencelengandikediri #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan #produsencelengankabahpamekasan

Produsen Celengan Di Kediri: Jual Celengan Kabah


Produsen Celengan Terbaik 0822 8864 1119

Jabal Tsur adalah gunung setinggi 458 meter yang berada di sebelah selatan Kota Makkah. Produsen Celengan Terbaik Gua Tsur terletak di puncak Gunung Tsur.

produsen celengan terbaik , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah , produsen celengan ka bah murah, produsen celengan ka bah gresik

Di gua itulah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Shiddieq Produsen Celengan Terbaik bersembunyi selama tiga hari dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika hijrah ke Madinah Al-Munawwarah.

Mengenal Jabal Tsur Dan Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersembunyi di dalam gua Tsur dari kejaran kaum Quraisy yang ingin membunuh beliau. Disertai oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq, Rasulullah SAW bersembunyi di gua Tsur hingga tiga hari lamanya. Abu Bakar sendiri sempat cemas, karena hanya sejengkal dari dalam gua kaki Rasulullah bisa terlihat di luar.

Berkat pertolongan Allah, di mulut gua bersarang laba-laba menutupinya dengan jaring- jaring tebal. Sementara di sebelah mulut gua bersarang pula merpati dan bertelur di sana. Seperti disebutkan dalam al-Qua’an Surat At-Taubat ayat 40, berbunyi Sedang di salah satu daripada dua orang ketika kedua-duanya berada di dalam gua.

Kaum Quraisy yang mengepung Rasulullah SAW akhirnya menyerah karena menganggap tidak mungkin gua itu dimasuki orang untuk bersembunyi. Rasulullah dan Abu Bakar kemudian keluar dari gua Tsur, lalu naik onta yang dibawakan oleh Abdullah bin Uraiqit atas pesan Abu Bakar. Abdullah sendiri ketika itu belum lagi memeluk Islam.

Dari Bukit Tsur, Rasulullah SAW ditemani Abu Bakar dan Amir bin Fuhairah, seorang penggembala kambing milik Abu Bakar, berangkat menunju Madinah dengan Abdullah bin

Uraiqit sebagai penunjuk jalan. Peristiwa ini menandai awal hijrah Nabi Muhamamad SAW dari Makkah Al Mukarraomah ke Madinah Al Munawwaroh.

Berbeda dengan Gunung Tsur (bahasa Arab: جبل ثور Jabal Tsur) merupakan sebuah gunung kecil yang terletak di Madinah, Arab Saudi. Gunung ini berwarna kemerah-merahan yang mengelilingi Gunung Uhud di belakangnya dari arah utara. Merupakan batas kota Madinah sebelah utara, sekitar 8 kilometer dari Masjid Nabawi, atau kurang lebih 15 kilometer dari Gunung ‘Air. Batas kota Madinah adalah diantara Gunung ‘Air dan Gunung Tsur.

>KLIK to WA

#produsencelengankabahtulungagung #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep #produsencelengankabahbangkalan

Produsen Celengan Tulungagung: Jual Celengan Kabah

Produsen Celengan Malang 0822 8864 1119

Salah satu tanda akhir zaman adalah saat terjadinya peperangan besar antara umat Muslim dengan kaum Yahudi. Produsen Celengan Malang Di saat itu, semua pohon tempat persembunyian Yahudi akan memberi tahu keberadaan mereka, kecuali pohon gharqad.

produsen celengan malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.”

Pelindung Kaum Yahudi

Seperti hadits yang diriwayatkan Produsen Celengan Malang oleh Abu Umamah Radiyallahu ‘anhu bahwa ketika akhir zaman nanti, saat peperangan besar antara Muslim dan kaum Yahudi terjadi, Allah memberi kekuatan umat Muslim untuk mengalahkan mereka, bahkan semua makhluk ciptaan Allah termasuk benda mati pun akan bersaksi.

فَلاَ يَبْقَى شَيْءٌ مِمَّا خَلَقَ اللهُ يَتَوَارَى بِهِ يَهُودِيٌّ إِلاَّ أَنْطَقَ اللهُ ذَلِكَ الشَّيْءَ لاَ حَجَرٌ وَلاَ شَجَرٌ وَلاَ حَائِطٌ وَلاَ دَابَّةٌ…

Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok maupun hewan

Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kaum Yahudi akan ditolong oleh pohon Gharqad, satu-satunya ciptaan Allah yang membisu.

Ciri-Ciri Pohon Gharqad

Sebenarnya, ciri-ciri pasti dari pohon gharqad masih menjadi misteri. Ada yang menyebut pohon gharqad sebagai spesies tanaman Lycium Shawii. Istilah lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthron yang termasuk kategori semak belukar dengan tinggi yang mencapai satu sampai empat meter.

Ada pula orang yang menyebut Gharqad dengan Nitraria Retusa, di mana bentuk dari kedua pohon tersebut mirip. Namun, keduanya memiliki klasifikasi yang berbeda, mulai dari ordo, famili, sampai genus.

Dikatakan bahwa pohon ini menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau hijau serta buah merah kecil yang bisa dimakan.

Satu-satunya Tempat Persembunyian Yahudi

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, ketika perang besar terjadi, Allah SWT mempermudah jalan kaum muslimin untuk melawan Yahudi. Bahkan semua ciptaan Allah, baik makhluk hidup maupun benda mati akan bersaksi.

 “Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok maupun hewan.”

Apabila dihubungkan dengan hadis sebelumnya, pohon gharqad adalah satu-satunya makhluk Allah yang membisu. Alhasil, pohon ini merupakan satu-satunya tempat persembunyian kaum Yahudi.

Tumbuh di Gurun

Hingga kini ciri-ciri pasti dari pohon gharqad masih menuai perdebatan. Sebagian orang menyebut gharqad merupakan spesies tanaman Lycium Shawii yang masuk kategori semak belukar.

Nama lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn. Tanaman ini ditemukan di seluruh jazirah Arab dan tingginya dapat mencapai empat meter. Karena beradaptasi dengan lingkungan gurun, cabang-cabangnya ditumbuhi duri.

Ada pula yang mengatakan bahwa gharqad adalah Nitraria Retusa. Tanaman ini juga masuk kategori semak dengan tinggi hingga 2,5 meter. Rantingnya berbulu ketika muda, menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau hijau, dan buah merah kecil yang bisa dimakan.

>KLIK to WA

#produsencelenganmalang #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang #produsencelengankabahsumenep

Produsen Celengan Malang: Jual Celengan Kabah

Tempat Produsen Celengan 0822 8864 1119

Setelah berhasil keluar dari Mesir dan selamat dari kejaran Firaun dan pasukannya, Tempat Produsen Celengan Nabi Musa AS bersama pengikutnya Bani Israel menuju Gunung Tursina, 2.285 m dpl. Di puncak gunung itu Nabi Musa dijanjikan akan mendapat Taurat, 10 Perintah Tuhan atau ten commandements. Syaratnya, beliau harus berpuasa 30 hari.

tempat produsen celengan , produsen celengan ka bah malang , produsen celengan ka bah tulungagung , produsen celengan ka bah kediri , produsen celengan kabah tuban , produsen celengan ka bah lamongan , produsen celengan ka bah bojonegoro , produsen celengan ka bah batu , produsen celengan ka bah blitar , produsen celengan bentuk ka bah

Napak tilas jejak Musa AS itulah tujuan kami pada 11 Februari 2019. Tempat Produsen Celengan Menjelang maghrib, sesudah shalat Dhuhur dan Ashar dijamak di tempat seadanya, di kaki gunung, kami berangkat naik unta.

Bukit Tursina adalah bukit yang namanya disebut berkali-kali dalam kitab ketuhanan: Injil, Taurat, juga Alquran. Bukit ini juga dikenal dengan nama Sinai, Jabal Tur, Jabal Musa, atau Gunung Horeb yang berarti gunungnya Nabi Musa. Letaknya di dekat gereja Saint Catherine di Semenanjung Sinai, Mesir.

Tak ada pelana, tanpa sandaran kaki. Hanya ada kayu, di depan dan belakang tubuh, untuk pegangan. Rombongan unta mulai berjalan di kegelapan malam; diterangi sinar bulan. Suasana sungguh hening, seolah kita hanya mendengar tarikan nafas dan suara pijakan kaki unta.

Lebar jalur pendakian hanya 2 m, kadang menyempit, tidak rata, berpasir dan batu. Kanan tebing, kiri jurang. Ngerinya, unta selalu berjalan di sisi kiri di tengah kegelapan malam. Wajar jika hati mulai was-was.

Setelah istirahat dan berunding, orang-orang sepakat tidak melanjutkan perjalanan ke puncak: karena gelap, sangat dingin dan harus menaiki 750 anak tangga (lebih 2 X anák tangga di Gunung Galunggung).

Terbayang betapa sulit Nabi Musa puasa dan bermunajat 30 hari di lingkungan yang keras. Beliau sendirian saja mengundang berbagai pertanyaan lain di kepala.  Apa saja bekal yang dibawa.? Buka puasanya makan apa.? Air minumnya dari mana.? Mandi apa tidak ya.? Apalagi puasanya ditambah 10 hari lagi. Membuat pengikutnya tak sabar, terlalu lama menanti.

Sewaktu Nabi Musa turun, didapatinya sebagian pengikutnya ingkar. Mereka menyembah patung anak sapi emas bikinan Samiri. Nabi Harun sudah melarangnya tapi mereka menjawab, “Kami akan tetap menyembah patung anak sapi itu, hingga Musa kembali kepada kami.” (QS Thaha: 91).

Padahal, dua dari 10 Perintah Tuhan adalah: 1. Aku-lah Tuhan Allah-mu, jangan ada padamu illah lain. 2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi dan di dalam bumi.

Kisah Musa banyak disebut dalam al Qur’an: di surat al-Baqarah, al-A’raf, Thaha, al-Qashas. Kata ustadz Ammi Nur Bait yang mendampingi kami, itu dimaksudkan agar kita merenungkan jalan hidup Nabi Musa, mengambil hikmah dari beratnya ujian yang dialaminya. Firman-Nya, “Aku akan mengujimu dengan berbagai macam ujian.” (QS Thaha: 40).

Kita juga belajar dari kaum Bani Israel yang tak pandai bersyukur, tidak sabar, ingkar, keras kepala. Bersyukurlah, ujian bagi kita agaknya jauh lebih ringan. Jangan merasa jadi orang paling nestapa di dunia.

Padahal nikmat Allah SWT kepada kita tak terhitung. “Fabiayyi alaa’i rabbi-kumaa tukadzdzibaan.” yang dalam surat Ar -Rahman diulang 31 kali itu untuk memantapkan pemahaman dan menekankan betapa pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat itu setelah menyadarinya bahwa ia datang dari Allah Azza wa Jalla.

>KLIK to WA

#tempatprodusencelengan #produsencelengankabahblitar #produsencelenganbentukkabah #produsencelengankabahmurah #produsencelengankabahgresik #produsencelengankabahtuban #produsencelengankabahprobolinggo #produsencelengankabahbangil #prodosencelengankabahmadura #produsencelengankabahsampang

Tempat Produsen Celengan: Jual Celengan Kabah

error: Content is protected !!